<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="952">
<titleInfo>
<title>IDENTIFIKASI KANDUNGAN BAHAN KIMIA OBAT DEKSAMETASON PADA JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI KECAMATAN LOA JANAN</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Widiyanti, Ana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Akademi Farmasi Samarinda</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>No. 117</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent>67 hal ; ill ; 23 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK   Obat herbal indonesia selama ini lebih dikenal dengan nama jamu dan ijin dari badan pengawas obat dan makanan (Badan POM) RI juga digolongkan dalam jamu. Sedangkan jamu sendiri identik dengan serbuk yang harus diseduh dan terasa pahit, sehingga sebagian masyarakat merasa tidak nyaman. Menyadari hal ini produsen jamu mulai membuat inovasi dengan memproduksi jamu dalam bentuk kapsul atau tablet dan sekarang dikenal dengan obat herbal.    Bahan kimia obat (BKO) sering ditambahkan dalam jamu, salah satunya produk jamu pegal linu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi deksametason. Penelitian ini bersifat non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Sampel yang digunakan adalah jamu pegal linu yang beredar di Kecamatan Loa Janan yang diambil dengan metode total sampling dan data dianalisis dengan metode deskriptif. Identifikasi Bahan Kimia Obat (BKO) dilakukan dengan cara uji reaksi wa   a menggunakan uji reaksi liebermann-bauchard dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan eluen kloroform:etanol dengan perbandingan (9:1).    Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat 2 (dua) sampel jamu pegal linu yang diduga mengandung bahan  kimia obat deksametason yaitu  pada sampel A dan C dengan nilai Rf = 0,591 pada sampel A dan Rf = 0,55 pada sampel C. Sedangkan 5 (lima) sampel jamu pegal linu yaitu (B, D, E, F dan G) tidak mengandung deksametason.   Kata kunci : Jamu pegal linu, bahan kimia obat (BKO), deksametason, kromatografi lapis tipis.</note>
<subject authority=""><topic>Bahan kimia obat</topic></subject>
<classification>615</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator>615.7</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KFD32018117</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam</sublocation>
<shelfLocator>615.7</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="781" url="https://drive.google.com/file/d/1p01gQ5vo3FDUU6DK-ZoiOXOOT7DV1YPn/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1p01gQ5vo3FDUU6DK-ZoiOXOOT7DV1YPn/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">PDF</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>952</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-09-17 09:47:13</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-06-09 09:14:21</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>