<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="61">
<titleInfo>
<title>PENGARUH VARIASI WAKTU PENGERINGAN TERHADAP ORGANOLEPTIS, pH DAN INTENSITAS WARNA BUBUK PEWARNA KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Winarni, Dwi Agus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Akademi Farmasi Samarinda</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>No. 21</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent>61 hal ; ill ; 29 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK  Pewarna alami ini merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menggantikan pewarna sintesis yang berbahaya bagi tubuh manusia. Salah satu yang dapat dikembangkan sebagai pewarna alami adalah kulit buah naga merah (Hylocereus costarisensis) karena memiliki pigmen antosianin yang berwarna merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembuatan bubuk pewarna alami dan pengaruh waktu pengeringan terhadap sifat organoleptis, pH dan intensitas warna bubuk pewarna kulit buah naga merah.rnJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Penelitian ini menggunakan kulit buah naga yang dikeringkan pada suhu 60&deg;C dan diberi 3 perlakuan yaitu P1 = 8 jam, P2 = 10 jam, dan P3 = 12 jam. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. rnHasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu pengeringan memberikan pengaruh terhadap sifat organoleptis, pH dan intensitas warna. Waktu pengeringan yang terbaik adalah P1 (8 jam). Secara organoleptis bubuk pewarna kulit buah naga merah memiliki bentuk serbuk halus, warna merah anggur, bau khas buah naga yang telah dikeringkan dan rasa hambar lalu pahit. Bubuk pewarna kulit buah naga merah mempunyai pH asam dengan nilai 5,37 dan nilai absorbansi 1,6899.rn</note>
<subject authority=""><topic>Warna</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Buah naga merah</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Pengeringan</topic></subject>
<classification>580.7</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator>580.7 Dwi P</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KFD32017021</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam</sublocation>
<shelfLocator>580.7 Dwi P</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>61</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-11-10 07:32:59</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-17 14:22:53</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>