<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32">
<titleInfo>
<title>FORMULASI GRANUL EKSTRAK DAUN KELAKAI (Stenochlaena palustris (Burm. F.) Bedd.) MENGGUNAKAN VEEGUM DAN AVICEL PH 101</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mukarramah, Latifatul</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Akademi Farmasi Samarinda</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>No. 61</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent>87 hal ; ill ; 29 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK  Kelakai digunakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah untuk mengobati anemia, meredakan demam, dan mengobati sakit kulit. Aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak daun kelakai termasuk dalam kategori antioksidan kuat dengan nilai Inhibitory Concentration (IC50) sebesar 80,43 ppm. Untuk meningkatkan penggunaannya, daun kelakai diolah menjadi granul dengan metode granulasi basah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan veegum dan avicel PH 101 yang dapat menghasilkan granul dengan sifat fisik yang memenuhi syarat granul.  Tahap penelitian dimulai dengan pengumpulan, pengolahan, dan pembuatan ekstrak daun kelakai, pembuatan granul dan pengujian sifat fisik sediaan granul. Pada penelitian ini dibuat tiga formula dengan variasi konsentrasi veegum dan avicel PH 101 yaitu, FI 0:80%, FII 40:40% dan FIII 80%:0. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif yang menggambarkan karakteristik sifat fisik granul yaitu, waktu dan kecepatan alir, sudut diam, kompresibilitas, densitas massa, kadar lembab, dan daya serap.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa granul ekstrak daun kelakai (Stenochlaena palustris (Burm. F.) Bedd.) menggunakan perbandingan veegum dan avicel PH 101 pada ketiga formula dengan perbandingan veegum dan avicel PH 101 (0:80%), (40;40%) dan (80%:0) memenuhi persyaratan sifat fisik granul sedangkan pada persyaratan kadar lembab granul tidak satupun formula yang memenuhi persyaratan fisik.</note>
<subject authority=""><topic>Veegum</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Granul</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Daun Kelakai</topic></subject>
<classification>580.7</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator>580.7 Muk F</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KFD32017061</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam</sublocation>
<shelfLocator>580.7 Muk F</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1006" url="https://drive.google.com/file/d/1herdfPxp2kCJ2oAd3mIp0BM3wxgCx_bS/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1herdfPxp2kCJ2oAd3mIp0BM3wxgCx_bS/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">PDF</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>32</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-11-10 07:32:59</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-06-08 15:26:54</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>