PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA
REPOSITORY
Select Language

Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
License

This Software is Released Under GNU GPL License Version 3.

indexed
Visitors
Flag Counter

Statistic
Total Collection:
Title LAPORAN STUDI KASUS MASALAH GIZI BALITA MELALUI PEMANTAUAN STATUS GIZI DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS JUANDA, KOTA SAMARINDA
Edition No. 22
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) Yuliana Kusuma Damayanti, S.Gz., M.Gz - Personal Name
Subject(s) Status Gizi
GIZI BALITA
Classification
Series Title
GMD Laporan PKL
Language Indonesia
Publisher Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
Publishing Year 2026
Publishing Place Samarinda
Collation
Abstract/Notes Masalah gizi di Indonesia mencakup kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan
kekurangan zat gizi mikro, yang dikenal sebagai triple burden of malnutrition
(Andriani et al., 2023). Pada balita, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024
mencatat prevalensi stunting sebesar 19,8%, wasting 7,4%, dan underweight 16,8%
(Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2025). Laporan PKL menekankan
bahwa status gizi tidak hanya ditentukan oleh jumlah makanan, tetapi juga oleh
kualitas makanan, pola hidup, kondisi lingkungan, dan akses terhadap pelayanan
kesehatan, sehingga penanganannya perlu dilakukan secara menyeluruh.
UPTD Puskesmas Juanda adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kota
Samarinda yang berdiri sejak tahun 1994. Wilayah kerjanya berada di Kecamatan
Samarinda Ulu, meliputi Kelurahan Air Hitam dan Kelurahan Gunung Kelua
dengan luas total 3,84 km2. Penduduk berjumlah 30.240 jiwa dalam 9.910 kepala
keluarga, dengan sasaran gizi antara lain 577 bayi, 4.507 balita (1–5 tahun), 499 ibu
hamil (127 berisiko tinggi), dan 476 ibu nifas. Puskesmas membina 30 Posyandu
Balita dan 11 Posyandu Lansia, serta memiliki dua tenaga gizi dan Ruang Gizi.

Pada tahun 2024, sepuluh penyakit terbanyak dipimpin oleh hipertensi esensial (994
kasus), diikuti diabetes melitus tipe non-insulin (302 kasus), yang menurut laporan
menunjukkan beban penyakit tidak menular yang erat kaitannya dengan status gizi
dan gaya hidup.
Terdapat enam program gizi yang sedang berjalan, yaitu penanganan kasus
gizi buruk dan gizi kurang, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu setiap
bulan, pencegahan anemia remaja melalui tablet tambah darah (TTD), pemberian
makanan tambahan (PMT), pemantauan penerima PMT, dan pemberian vitamin A
pada bulan Februari dan Agustus. Program tersebut lebih banyak ditujukan kepada
balita, sedangkan monitoring konsumsi TTD pada remaja belum berjalan.
Selama PKL pada 05–23 Oktober 2026, mahasiswa terlibat dalam pelayanan
Posyandu dan poli, pengukuran serta entry data antropometri balita, dan monitoring
evaluasi PMT. Rekapitulasi antropometri terhadap 24 balita yang diperiksa pada 10
Oktober 2026 menunjukkan adanya balita dengan gizi kurang, gizi lebih atau
obesitas, serta gangguan pertumbuhan tinggi atau panjang badan. Temuan tersebut
menjadi dasar studi kasus ini. Hasil pada 24 balita bersifat deskriptif dan tidak dapat
langsung dianggap sebagai prevalensi seluruh balita di wilayah kerja, karena jumlah
balita yang diukur kecil dan cara pemilihannya tidak dijelaskan dalam laporan
sumber.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous