PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA
REPOSITORY
Select Language

Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
License

This Software is Released Under GNU GPL License Version 3.

indexed
Visitors
Flag Counter

Statistic
Total Collection:
Title LAPORAN STUDI KASUS PEMANFAATAN TANAMAN AROMATIK SEBAGAI INOVASI PRODUK KREATIF MELALUI PEMBUATAN SEREH FRESH SPRAY ANTI NYAMUK DAN LAVENDER MILK TEA
Edition No. 16
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) Dr.apt.Anita Apriliana - Personal Name
Subject(s) PEMANFAATAN TANAMAN
PEMBUATAN SEREH
Classification
Series Title
GMD Laporan PKL
Language Indonesia
Publisher Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
Publishing Year 2026
Publishing Place Samarinda
Collation
Abstract/Notes Tanaman aromatik merupakan sumber daya hayati yang dapat
dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai produk rumah tangga dan pangan.
Serai dikenal memiliki aroma khas yang dapat dimanfaatkan dalam
pengembangan produk beraroma, sedangkan lavender dikenal karena aromanya
yang khas dan dapat dieksplorasi sebagai bahan minuman apabila menggunakan
bahan pangan yang sesuai. Namun, tanaman aromatik yang tersedia di
lingkungan masyarakat belum tentu dimanfaatkan secara optimal menjadi
produk kreatif yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.
Di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten
Kutai Kartanegara, kegiatan pelatihan pemanfaatan tanaman aromatik dirancang
untuk memperkenalkan alternatif pengolahan serai dan lavender menjadi dua

3

produk, yaitu SerehFresh Spray Anti Nyamuk dan Lavender Milk Tea. Kegiatan
ditujukan kepada ibu-ibu PKK dan masyarakat umum melalui penyampaian
materi, demonstrasi, serta praktik langsung. Pembagian bibit tanaman aromatik
juga menjadi bagian dari upaya mendorong budidaya mandiri di pekarangan
rumah.
Pendekatan praktik diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan peserta, sekaligus membuka wawasan mengenai pengembangan
produk kreatif berbasis potensi lokal. Meskipun demikian, keberhasilan kegiatan
tidak cukup dinilai dari terlaksananya pelatihan atau antusiasme peserta saja.
Evaluasi lanjutan diperlukan untuk mengetahui kemampuan peserta membuat
produk secara mandiri, mutu dan keamanan produk, serta kelayakan ekonomi
apabila produk akan dipasarkan.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous