PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA
REPOSITORY
Select Language

Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
License

This Software is Released Under GNU GPL License Version 3.

indexed
Visitors
Flag Counter

Statistic
Total Collection:
Title LAPORAN STUDI KASUS Gerakan ABSONESIA (Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar untuk Indonesia): Pengumpulan dan Edukasi Pembuangan Sampah Obat Rumah Tangga di Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara
Edition No. 14
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) apt. Juliyanti, M.Farm - Personal Name
apt. Andi Fadilla, M.Farm - Personal Name
apt. Mita Ardila, M.Farm - Personal Name
Ferliani Fransisca Sa’pang, S.Gz.,M.Gz - Personal Name
Yuliana Kusuma Damayanti, S.Gz.,M.Gz - Personal Name
Subject(s) Edukasi Pembuangan Sampah
Obat Rumah Tangga
Classification
Series Title
GMD Laporan PKL
Language Indonesia
Publisher Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
Publishing Year 2026
Publishing Place Samarinda
Collation
Abstract/Notes Obat yang tidak terpakai, rusak, atau kedaluwarsa di rumah tangga
merupakan sumber risiko kesehatan dan lingkungan yang jarang mendapat
perhatian. Analisis data nasional Survei Kesehatan Indonesia 2023 terhadap
616.110 responden berusia 15 tahun ke atas menunjukkan bahwa 86,7% responden
membuang obat ke tempat sampah rumah tangga, sedangkan kurang dari 2%
mengembalikannya ke sistem pengumpulan yang sesuai (Alfian et al., 2026b). Studi
yang sama menemukan bahwa penduduk perdesaan lebih sering membakar,
mengubur, atau menyimpan obat dibandingkan penduduk perkotaan. Temuan ini
menempatkan desa sebagai sasaran intervensi yang rasional, bukan sekadar
perluasan wilayah kegiatan.
Dampak pembuangan yang tidak tepat bersifat berlapis. Pertama, residu
farmasi mencapai badan air: parasetamol terdeteksi hingga 610 ng/L di Angke dan
420 ng/L di Ancol, Teluk Jakarta, yang merupakan laporan pertama keberadaan
senyawa tersebut di perairan pesisir Indonesia (Koagouw et al., 2021). Kedua,
residu antimikroba dalam konsentrasi subinhibisi memberi tekanan seleksi
berkelanjutan terhadap komunitas mikroba lingkungan dan mempercepat
penyebaran gen resisten, sementara pengelolaan sampah obat rumah tangga hampir
tidak tercantum dalam rencana aksi resistensi antimikroba nasional maupun global
(Mukhopadhyay et al., 2026). Ketiga, obat bekas yang dibuang dalam kemasan utuh
berpeluang dipungut dan diedarkan kembali secara ilegal; risiko ini menjadi salah
satu dasar Badan POM meluncurkan gerakan Ayo Buang Sampah Obat pada 1
September 2019 (Badan POM, 2019).
Di Kalimantan Timur, Balai Besar POM (BBPOM) di Samarinda bersama
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Samarinda meluncurkan gerakan

2

ABSONESIA pada 26 April 2026 di area Car Free Day GOR Sempaja, Samarinda
(BBPOM di Samarinda, 2026). Gerakan ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu
mencegah pencemaran lingkungan oleh zat kimia obat, mengendalikan resistensi
antimikroba, dan mencegah penyalahgunaan limbah obat (Editorial Kaltim, 2026).
Laporan ini menguraikan penerapan gerakan tersebut di tingkat desa, yaitu kegiatan
pengumpulan sampah obat di Desa Muara Badak Ilir pada Sabtu, 8 Agustus 2026,
yang dilaksanakan oleh dosen STIKES Samarinda bersama mahasiswa Kuliah
Kerja Nyata (KKN) STIKES Samarinda.
Pernyataan masalah. Bagaimana merancang, melaksanakan, dan
mengevaluasi kegiatan pengumpulan sampah obat rumah tangga di tingkat desa, di
luar jangkauan kotak pengumpul ABSONESIA yang ditempatkan di fasilitas
pelayanan kefarmasian, sehingga obat yang tidak terpakai keluar dari jalur
pembuangan yang tidak aman dan rantai pertanggungjawabannya dapat ditelusuri
hingga tahap pemusnahan?
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous