PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA
REPOSITORY
Select Language

Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
License

This Software is Released Under GNU GPL License Version 3.

indexed
Visitors
Flag Counter

Statistic
Total Collection:
Title PENGENDALIAN KEBOCORAN KEMASAN STRIP PADA PROSES STRIPING TABLET DI LAFI PUSKESAD BANDUNG
Edition No. 12
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) NANCY DEA FATRICIA DEW - Personal Name
Andi Fadilla - Personal Name
Subject(s) PENGENDALIAN KEBOCORAN
PUSKESAD BANDUNG
Classification
Series Title
GMD Laporan PKL
Language Indonesia
Publisher Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
Publishing Year 2026
Publishing Place Samarinda
Collation
Abstract/Notes Laboratorium Farmasi Pusat Kesehatan Angkatan Darat (LAFI
PUSKESAD) Bandung bertugas membantu Puskesad dalam pembinaan,
penyelenggaraan produksi obat, serta penelitian dan pengembangan obat. Sebagai
industri farmasi, LAFI PUSKESAD wajib menerapkan Cara Pembuatan Obat yang
Baik (CPOB) sehingga setiap obat yang dihasilkan sesuai tujuan penggunaannya,
memenuhi persyaratan dalam dokumen izin edar, dan tidak menimbulkan risiko
yang membahayakan pengguna. Fasilitas produksinya terbagi menjadi unit Non
Betalaktam dan unit Betalaktam (antara lain untuk produksi Amoxicillin).
Rangkaian pembuatan sediaan padat di LAFI PUSKESAD meliputi
penimbangan bahan baku obat (BBO), pencampuran, pencetakan, karantina produk
ruahan, pengemasan primer (striping), uji kebocoran, pengemasan sekunder, hingga
penyerahan ke gudang obat jadi. Pengemasan primer merupakan tahap terakhir
yang bersentuhan langsung dengan tablet. Kemasan strip, yaitu kombinasi plastik
pembentuk kantong (poly) dan aluminium foil penutup yang direkatkan dengan
panas dan tekanan, menjadi penghalang utama tablet terhadap uap air, oksigen,
cahaya, dan kontaminan selama penyimpanan dan distribusi.
Selama Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) pada 3 Mei – 4 Juli 2026,
observasi di ruang striping menunjukkan bahwa kebocoran strip merupakan
parameter yang paling sering menimbulkan masalah. Penyebabnya beragam, antara
lain suhu sealing yang tidak tepat, tekanan udara cutting di luar rentang 2–4 bar,
mould atau sealing roll yang kotor atau cacat, setting posisi yang tidak presisi, serta
kondisi tablet yang retak atau tidak seragam ketebalannya. Strip yang bocor dapat
menyebabkan tablet berjamur, berbercak, atau berubah warna, dan lapisan salut
dapat retak. Selain itu, kebocoran menaikkan jumlah reject dan pemakaian
aluminium foil sehingga berisiko melampaui batas rekonsiliasi 10%.
Oleh karena itu, pengendalian kebocoran kemasan strip dipilih sebagai studi
kasus. Topik ini berdampak langsung pada mutu dan stabilitas produk, efisiensi
bahan kemas, serta kepatuhan terhadap CPOB.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous