|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
STUDI KASUS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI
OPTIMALISASI PEMANFAATAN EKOENZIM DALAM PEMBUATAN
DETERGEN MES DI DESA LOA DURI ILIR, KALIMANTAN TIMUR |
| Edition |
No. 9 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
Abednego Matthew E.T - Personal Name
|
| Subject(s) |
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEMANFAATAN EKOENZIM
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Laporan PKL |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
2026 |
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
Sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan kulit buah, merupakan bagian dari
sampah yang dihasilkan setiap hari. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah mengolahnya
menjadi ekoenzim melalui fermentasi bahan organik, air, dan sumber gula. Ekoenzim telah dikaji
untuk berbagai aplikasi, termasuk pemanfaatan dalam produk pembersih, meskipun karakteristik
dan kegunaannya bergantung pada bahan serta proses pengolahan (Gumilar et al., 2023).
Masyarakat Desa Loa Duri Ilir telah mengenal pembuatan ekoenzim melalui kegiatan PKK.
Namun, pemanfaatannya belum dikembangkan secara optimal menjadi produk rumah tangga,
termasuk detergen cair. Kondisi ini menunjukkan peluang untuk memperluas keterampilan
masyarakat dari tahap pembuatan ekoenzim menuju pemanfaatannya sebagai salah satu bahan
dalam produk pembersih.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 di Balai Pertemuan Umum Desa Loa
Duri Ilir dengan melibatkan 30 peserta. Kegiatan mencakup penyuluhan, demonstrasi, praktik
pembuatan detergen cair MES, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pretest dan posttest.
Pengembangan detergen berbasis ekoenzim juga telah dibahas dalam publikasi terdahulu (Hakim
et al., 2025; Lisdiana et al., 2026). Kontribusi kegiatan ini terletak pada pendekatan pemberdayaan
yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat, bukan pada klaim bahwa detergen berbasis
ekoenzim pertama kali dikembangkan melalui kegiatan ini.
Evaluasi pengetahuan digunakan untuk melihat perubahan pemahaman peserta setelah
kegiatan. Peningkatan skor pengetahuan tidak dengan sendirinya membuktikan keterampilan
mandiri, keberlanjutan penggunaan, atau mutu dan keamanan produk. |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|