|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Cutibacterium acnes DAN Staphylococcus epidermidis PENYEBAB JERAWAT (Acne vulgaris) |
| Edition |
No. 148 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
TIARA NIA PARMITA - Personal Name
|
| Subject(s) |
AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus epidermidis Cutibacterium acnes minyak daun cengkeh Syzygium aromaticum
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Jurnal |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
2026 |
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Tiara Nia Parmita
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Cutibacterium acnes Dan Staphylococcus epidermidis Penyebab Jerawat (Acne vulgaris).
Pembimbing : 1. apt. Husnul Warnida, S.Si., M.Si
2. Assoc. Prof. apt. Supomo, S.Si., M.Si
Acne vulgaris (jerawat) merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang dipicu oleh kolonisasi bakteri patogen, utamanya Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Penggunaan antibiotik konvensional secara terus-menerus berisiko memicu resistensi bakteri. Minyak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) yang mengandung senyawa aktif utama eugenol (75,27%) berpotensi sebagai agen antibakteri alami alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas dan diameter zona hambat minyak daun cengkeh terhadap pertumbuhan Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Metode penelitian menggunakan eksperimental laboratorium dengan metode difusi sumuran (diameter 6 mm). Minyak daun cengkeh diuji pada seri konsentrasi 5%, 10%, 25%, dan 50% v/v menggunakan pengencer DMSO 1%. Klindamisin 1% digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Parameter yang diukur adalah diameter zona hambat di sekeliling sumuran setelah diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan minyak daun cengkeh memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji pada seluruh konsentrasi. Rata-rata diameter zona hambat terhadap Cutibacterium acnes berturut-turut sebesar 3,57 mm (lemah), 6,83 mm (sedang), 10,35 mm (kuat), dan 14,15 mm (kuat). Pada Staphylococcus epidermidis, rata-rata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 3,33 mm (lemah), 6,27 mm (sedang), 9,97 mm (sedang), dan 12,60 mm (kuat). Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p < 0,001). Uji lanjut Post-Hoc menggunakan Games-Howell pada Cutibacterium acnes (karena varians tidak homogen) dan Tukey HSD pada Staphylococcus epidermidis mengonfirmasi bahwa seluruh kelompok konsentrasi berbeda signifikan secara statistik (p < 0,05). Disimpulkan bahwa aktivitas antibakteri minyak daun cengkeh cenderung meningkat seiring peningkatan konsentrasi, dengan Cutibacterium acnes menghasilkan diameter zona hambat yang cenderung lebih besar dibandingkan Staphylococcus epidermidis.
Kata Kunci : minyak daun cengkeh, Syzygium aromaticum, Cutibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, aktivitas antibakteri. |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|