|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PASIEN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI APOTEK KARUNIA BONTANG KALIMANTAN TIMUR |
| Edition |
No. 143 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
REZKY NURUL ARDYAH - Personal Name
|
| Subject(s) |
Apotek Antibiotik pengetahuan Perilaku Resistensi
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Skripsi |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
2026 |
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Rezky Nurul Ardyah
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Pasien Tentang Penggunaan Antibiotik di Apotek Karunia Bontang Kalimantan Timur
Pembimbing : 1. Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm. Klin.
2. apt. Novi Milasari, M. Farm.
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat masih menjadi permasalahan di masyarakat dan berpotensi menyebabkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan antibiotik pada masyarakat yang berkunjung ke apotek. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 205 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling di Apotek Karunia 2 dan Karunia 4 Bontang Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden bervariasi, yaitu 49,3% memiliki pengetahuan baik, 16,6% pengetahuan cukup, dan 34,1% memiliki pengetahuan kurang. Perilaku penggunaan antibiotik juga menunjukkan variasi, dengan 56,6% responden memiliki perilaku baik, 32,2% cukup, dan 11,2% kurang. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik dengan nilai p = 0,000. Responden dengan pengetahuan baik cenderung memiliki perilaku yang lebih tepat, sedangkan responden dengan pengetahuan kurang lebih banyak menunjukkan perilaku yang tidak rasional. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat berdampak pada perilaku penggunaan antibiotik yang lebih baik. Edukasi dari tenaga kesehatan, terutama dokter dan tenaga farmasi, sangat dibutuhkan untuk mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan mencegah terjadinya resistensi.
Kata kunci: pengetahuan, perilaku, antibiotik, resistensi, apotek |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|