PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA
REPOSITORY
Select Language

Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
License

This Software is Released Under GNU GPL License Version 3.

indexed
Visitors
Flag Counter

Statistic
Total Collection:
Title PENGARUH METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN DIGESTI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus
Edition No. 106
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) SAFIRA AULIA ASY-SYIFA .T. - Personal Name
Subject(s) staphylococcus aureus
Daun Sirih Hutan
maserasi
Piper aduncum L
Digesti
Classification
Series Title
GMD Skripsi
Language Indonesia
Publisher Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
Publishing Year 2026
Publishing Place Samarinda
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK

Nama : Safira Aulia Asy-Syifa Tangdikanan
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Pengaruh Metode Ekstraksi Maserasi dan Digesti Ekstrak Etanol Daun Sirih Hutan (Piper aduncum L.) Terhadap Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus
Pembimbing : apt. Supomo, S. Si, M. Si.

Daun sirih hutan (Piper aduncum L.) merupakan tanaman yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan steroid. Perbedaan metode ekstraksi dapat memengaruhi jumlah rendemen, kandungan senyawa aktif, serta aktivitas antibakteri ekstrak yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi maserasi dan digesti serta variasi konsentrasi terhadap rendemen, kandungan metabolit sekunder, dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih hutan (Piper aduncum L.) terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat eksperimental yang meliputi pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi dan digesti, skrining fitokimia, serta uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 1%, 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode digesti menghasilkan rendemen ekstrak lebih tinggi dibandingkan metode maserasi, yaitu sebesar 34,90% dan 18,02%. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua metode ekstraksi mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan kategori daya hambat lemah pada konsentrasi 1% dan sedang pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa metode ekstraksi dan konsentrasi berpengaruh signifikan (p0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi memengaruhi rendemen dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih hutan terhadap Staphylococcus aureus, dengan metode digesti memberikan hasil yang lebih baik pada rendemen ekstrak dibandingkan metode maserasi. Namun, metode digesti memiliki aktivitas antibakteri yang lebih rendah dibandingkan metode maserasi.
Kata Kunci : Daun Sirih Hutan, Piper aduncum L., Maserasi, Digesti, Antibakteri, Staphylococcus aureus
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous