PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA
REPOSITORY
Select Language

Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
License

This Software is Released Under GNU GPL License Version 3.

indexed
Visitors
Flag Counter

Statistic
Total Collection:
Title PERBANDINGAN METODE PERKOLASI DAN INFUNDASI TERHADAP RENDEMEN DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.)
Edition No. 84
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) MUHAMMAD SYAHID RAMADAN - Personal Name
Subject(s) Skrining Fitokimia
perkolasi
Piper aduncum L
Infundasi
Classification
Series Title
GMD Skripsi
Language Indonesia
Publisher Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
Publishing Year 2026
Publishing Place Samarinda
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK

Nama : Muhammad Syahid Ramadan
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Perbandingan Metode Perkolasi dan Infundasi Terhadap Rendemen dan Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Sirih Hutan (Piper aduncum L.)
Pembimbing : apt. Supomo, S.Si., M.Si.

Metode ekstraksi berperan penting dalam menentukan nilai rendemen dan profil metabolit sekunder ekstrak bahan alam. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode perkolasi menggunakan etanol 70% pada suhu ruang dan metode infundasi menggunakan air pada suhu 90°C terhadap rendemen, skrining fitokimia, serta profil kromatografi lapis tipis (KLT) ekstrak daun sirih hutan (Piper aduncum L.). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan sampel daun yang diperoleh melalui teknik purposive sampling dari Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, preparasi simplisia, ekstraksi, penetapan rendemen, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan analisis KLT menggunakan pembanding kuersetin. Data rendemen dianalisis dengan uji independent sample T-test, sedangkan data skrining fitokimia dan KLT dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode infundasi menghasilkan rendemen rata-rata lebih tinggi (33,31% ± 0,34) dibandingkan metode perkolasi (28,97% ± 0,86), dengan perbedaan bermakna secara statistik (p < 0,05). Susut pengeringan serbuk simplisia sebesar 4,97%, sedangkan kadar air ekstrak infundasi dan perkolasi masing-masing sebesar 6,64% ± 0,10 dan 6,20% ± 0,05. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung alkaloid, fenolik, flavonoid, triterpenoid, dan tanin; saponin terdeteksi hanya pada ekstrak infundasi, sedangkan steroid tidak terdeteksi pada kedua ekstrak. Profil KLT terbaik diperoleh pada eluen n-heksana:etil asetat (2:8). Ekstrak perkolasi menunjukkan diversifikasi senyawa yang lebih luas (7 noda) dibandingkan ekstrak infundasi (4 noda), di mana kedua ekstrak mengindikasikan kemiripan migrasi dengan pembanding kuersetin pada nilai Rf 0,49 dan 0,64. Secara umum, infundasi lebih tinggi dalam menghasilkan rendemen, sedangkan perkolasi menunjukkan keragaman profil KLT yang lebih luas.
Kata kunci: Piper aduncum L., Perkolasi, Infundasi, Skrining Fitokimia, KLT.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous