|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
GAMBARAN INTERAKSI OBAT DALAM RESEP DAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BARONG TONGKOK |
| Edition |
No. 47 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
DELLA FUSPITA - Personal Name
|
| Subject(s) |
diabetes melitus Interaksi Obat Puskesmas Barong Tongkok
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Skripsi |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
2026 |
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Della Fuspita
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Gambaran Interaksi Obat Dalam Resep Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Barong Tongkok.
Pembimbing : apt. Rusdiati Helmidanora, M.Sc.
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Kondisi ini ditandai oleh gangguan metabolisme glukosa akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Berdasarkan laporan profil kesehatan, jumlah penderita DM menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sehingga memerlukan perhatian serius. Pasien DM umumnya memiliki penyakit penyerta, sehingga sering menerima lebih dari satu jenis obat dalam satu resep. Penggunaan monoterapi maupun terapi kombinasi berpotensi menimbulkan interaksi obat, yaitu kondisi ketika dua atau lebih obat yang digunakan secara bersamaan saling memengaruhi efek masing-masing. Penelitian ini bertujuan menggambarkan potensi interaksi obat pada resep pasien DM. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari resep elektronik di Instalasi Farmasi Puskesmas Barong Tongkok. Analisis dilakukan menggunakan Drugs.com dan Microsoft Excel secara sistematis untuk mendukung keamanan dan efektivitas terapi pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 174 resep pasien, sebanyak 133 resep (76,4%) memiliki potensi interaksi obat, sedangkan 41 resep (23,6%) tidak menunjukkan potensi interaksi. Total potensi interaksi obat yang teridentifikasi sebanyak 231 kejadian, terdiri atas interaksi moderat sebanyak 186 kejadian (80,5%), interaksi minor sebanyak 37 kejadian (16,0%), dan interaksi mayor sebanyak 8 kejadian (3,5%). Pasangan obat yang paling banyak berinteraksi adalah glimepirid dengan metformin, sementara interaksi mayor ditemukan pada kombinasi amlodipin dengan simvastatin. Temuan ini mengindikasikan tingginya farmakoterapi dan risiko polifarmasi pada pasien DM di Puskesmas Barong Tongkok, sehingga diperlukan pemantauan klinis yang ketat serta peran aktif apoteker dalam melakukan skrining, evaluasi, dan monitoring terapi guna memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan bagi pasien.
Kata kunci: Diabetes Melitus, Interaksi Obat, Puskesmas Barong Tongkok.
|
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|