PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA
REPOSITORY
Select Language

Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
License

This Software is Released Under GNU GPL License Version 3.

indexed
Visitors
Flag Counter

Statistic
Total Collection:
Title UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (Curcuma caesia Roxb.) DENGAN VARIASI PELARUT MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl)
Edition No. 45
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) DEANDRA AVINDA DEWI - Personal Name
Subject(s) aktivitas antioksidan
DPPH
IC50
variasi pelarut
Curcuma caesia Roxb
Classification
Series Title
GMD Skripsi
Language Indonesia
Publisher Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
Publishing Year 2026
Publishing Place Samarinda
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
Nama : Deandra Avinda Dewi
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma Caesia Roxb.) dengan Variasi Pelarut Menggunakan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhidrazyl)
Pembimbing : Henny Nurhasnawati, M.Si.


Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) merupakan tanaman famili Zingiberaceae yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Kandungan metabolit sekunder dalam rimpang kunyit hitam sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi, terutama pemilihan jenis pelarut. Perbedaan tingkat polaritas pelarut diketahui dapat memengaruhi jumlah dan jenis senyawa metabolit sekunder yang terekstraksi, sehingga pada akhirnya turut menentukan aktivitas antioksidan ekstrak yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak rimpang kunyit hitam yang diperoleh melalui ekstraksi maserasi menggunakan tiga pelarut berbeda, yaitu etanol 70%, etanol 95%, dan metanol, dengan aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan rendemen tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol 70% (16,60%), diikuti ekstrak metanol (12,01%), sedangkan ekstrak etanol 95% memberikan rendemen terendah (8,44%). Pada pengujian kadar air, ekstrak metanol memiliki nilai paling rendah (3,05 ± 0,04%) dibandingkan ekstrak etanol 95% (9,45 ± 0,32%) dan etanol 70% (10,85 ± 0,24%). Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin, sedangkan ekstrak etanol 95% dan ekstrak metanol memiliki kandungan yang lebih lengkap dengan tambahan triterpenoid. Nilai IC₅₀ ketiga ekstrak berada pada rentang yang berdekatan, yaitu 205,01 ± 4,53 ppm untuk etanol 70%, 217,30 ± 2,13 ppm untuk etanol 95%, dan 210,59 ± 2,10 ppm untuk etanol 95%, yang seluruhnya tergolong dalam kategori aktivitas antioksidan sangat lemah. Sebagai pembanding, vitamin C sebagai kontrol positif menunjukkan nilai IC₅₀ jauh lebih rendah (3,23 ± 0,03 ppm), yang mengindikasikan aktivitas antioksidan sangat kuat. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antar kelompok. Namun, uji lanjut Post Hoc Tukey HSD menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan antar ketiga jenis ekstrak tidak berbeda secara signifikan.

Kata kunci: Curcuma caesia Roxb., aktivitas antioksidan, DPPH, IC₅₀, variasi pelarut.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous