PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA
REPOSITORY
Select Language

Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
License

This Software is Released Under GNU GPL License Version 3.

indexed
Visitors
Flag Counter

Statistic
Total Collection:
Title FORMULASI DAN UJI FISIK LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK ATSIRI LEMON (Citrus limon L.)
Edition No. 41
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) CHRISTOFER IMANNUEL - Personal Name
Subject(s) Minyak atsiri
lilin aromaterapi
Citrus Limon L
Classification
Series Title
GMD Skripsi
Language Indonesia
Publisher Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
Publishing Year 2026
Publishing Place Samarinda
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
Nama : Christofer Imannuel
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Formulasi Dan Uji Fisik Lilin Aromaterapi Dari
Ekstrak Minyak Atsiri Lemon (Citrus limon L.)
Pembimbing : apt. Yullia Sukawaty, M.Sc.
Stres merupakan kondisi tekanan mental yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dan psikologis seseorang. Salah satu metode penanganan stres secara nonfarmakologis adalah aromaterapi. Minyak atsiri lemon (Citrus limon L.) mengandung senyawa utama limonene yang diketahui memiliki efek relaksasi dan menenangkan. Pemanfaatannya dalam bentuk lilin aromaterapi bekerja melalui mekanisme inhalasi sehingga berpotensi memberikan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi minyak atsiri lemon yang menghasilkan sifat fisik lilin terbaik serta mengetahui potensi efek relaksasinya sebagai alternatif penanganan stres. Penelitian eksperimental ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Minyak atsiri lemon diformulasikan dalam tiga konsentrasi, yaitu FI 5%, FII 10%, dan FIII 15%, menggunakan basis asam stearat dan soywax dengan perbandingan 1:3. Evaluasi meliputi uji organoleptik, kekerasan, titik leleh, waktu bakar, serta uji hedonik terhadap 20 responden untuk menilai penampakan, aroma sebelum dan sesudah pembakaran, waktu deteksi aroma, dan efek terapi yang dirasakan. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA atau Kruskal-Wallis sesuai karakteristik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan lilin berwarna putih dengan aroma khas lemon. FI memiliki bentuk padat dan tidak retak, sedangkan FII dan FIII cenderung lebih lunak. Nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada FI 1,5 kg ± 0,1, sedangkan rata-rata titik leleh FI, FII, dan FIII berturut-turut sebesar 57,00°C ± 1,00°C; 55,00°C ± 2,00; dan 53,33°C ± 2,08, yang masih memenuhi persyaratan SNI. Analisis statistik menunjukkan perbedaan bermakna pada parameter kekerasan dan titik leleh antar formula (P
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous