<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2324">
<titleInfo>
<title>STUDI LITERATUR PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG OBAT INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>WINDA DWI RHAMADANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>No. 66</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
Penyimpanan obat di gudang farmasi rumah sakit berperan penting dalam 
menjamin mutu, stabilitas, dan keamanan sediaan farmasi. Penelitian ini bertujuan 
mengevaluasi sistem penyimpanan obat di RSI Aisyiyah Nganjuk, RS Kramat 128 
Jakarta Pusat, dan RS Siloam Manado melalui metode studi literatur. Data 
diperoleh dari jurnal dan penelitian terdahulu, dengan acuan Peraturan Menteri 
Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 dan Nomor 58 Tahun 2014. Parameter yang 
dikaji meliputi pengaturan suhu, kelembaban, pencahayaan, ventilasi, 
pengelompokan obat, serta penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO) dan 
First In First Out (FIFO).Hasil kajian menunjukkan RSI Aisyiyah Nganjuk 
memiliki kepatuhan tertinggi terhadap seluruh indikator, RS Siloam Manado 
memenuhi &plusmn;80% indikator dengan kekurangan pada ventilasi dan pelabelan, 
sedangkan RS Kramat 128 masih terkendala keterbatasan ruang, pemisahan obat 
dan alat kesehatan, serta penerapan FIFO. Disimpulkan bahwa perbaikan 
infrastruktur, optimalisasi manajemen gudang berbasis teknologi, pelatihan tenaga 
farmasi, serta evaluasi berkala diperlukan untuk meningkatkan kualitas 
penyimpanan obat dan keselamatan pasien.

Kata kunci : Penyimpanan Obat, Gudang Farmasi, Rumah Sakit, FEFO, FIFO</note>
<subject authority=""><topic>Gudang Farmasi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Penyimpanan obat</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI2025066</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (KTI 2025)</sublocation>
<shelfLocator>615 HEN b</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2324</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-05-07 08:37:15</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-05-07 08:58:22</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>