<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2315">
<titleInfo>
<title>STUDI LITERATUR KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIEPILEPSI (OAE) TERHADAP PASIEN PENDERITAEPILEPSI DI RUMAH SAKIT</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MIFTAHUL SEPTIANINGRUM</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>No. 56</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang ditandai dengan kejang 
berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Pengelolaan epilepsi memerlukan 
kepatuhan tinggi terhadap penggunaan obat antiepilepsi (OAE) untuk mengontrol 
kejang dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun, kepatuhan ini sering 
menjadi tantangan akibat berbagai faktor, seperti efek samping obat, keterbatasan 
pengetahuan pasien, serta dukungan sosial yang minim. Penelitian ini bertujuan 
untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien epilepsi terhadap penggunaan OAE 
di rumah sakit serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Studi 
literatur ini menganalisis berbagai penelitian sebelumnya terkait hubungan antara 
kepatuhan terhadap OAE, kontrol kejang, dan kualitas hidup pasien epilepsi. Hasil 
studi literatur menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pasien epilepsi terhadap 
penggunaan obat antiepilepsi (OAE) di rumah sakit masih tergolong rendah, baik 
pada pasien yang menggunakan monoterapi maupun politerapi. Hasil studi literatur 
menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pasien epilepsi masih tergolong rendah, 
baik pada pasien yang menggunakan monoterapi maupun politerapi. 
Kesimpulannya, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kepatuhan maupun 
kualitas hidup pasien berdasarkan jenis terapi, sehingga faktor lain seperti 
dukungan keluarga, pengetahuan pasien, dan efek samping obat lebih berpengaruh 
terhadap keberhasilan pengobatan.

Kata Kunci : Kepatuhan, Obat Antiepilepsi, Epilepsi, Rumah Sakit</note>
<subject authority=""><topic>Obat Antiepilepsi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>kepatuhan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Epilepsi</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI2025056</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (KTI 2025)</sublocation>
<shelfLocator>615 HEN b</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2315</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-30 13:46:40</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-30 13:48:25</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>