PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA
REPOSITORY
Select Language

Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
License

This Software is Released Under GNU GPL License Version 3.

indexed
Visitors
Flag Counter

Statistic
Total Collection:
Title STUDI LITERATUR EVALUASI PERESEPAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO) DI PUSKESMAS
Edition No. 55
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) MEYSKE THERESIA ERICA NOVITA KILANTA - Personal Name
Subject(s) Peresepan obat
Indikator WHO
Classification
Series Title
GMD Karya Tulis Ilmiah
Language Indonesia
Publisher Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda
Publishing Year 2025
Publishing Place Samarinda
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
Penggunaan obat yang rasional menjadi salah satu indikator penting dalam
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan,
seperti puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peresepan obat di
puskesmas berdasarkan indikator yang telah ditetapkan oleh World Health
Organization (WHO). Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur
yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mempelajari dari berbagai
sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan skripsi. Studi Literatur ini mengacu pada
3 (tiga) artikel penelitian yaitu Evaluasi Peresepan Obat berdasarkan Indikator
World Health Organization (WHO) di Puskesmas Teling Atas, Puskesmas
Kecamatan Karanganyar dan Puskesmas Kebasen. Analisis data dilakukan secara
deskriptif dengan menyajikan data dalam bentuk narasi dan tabel untuk
menggambarkan total item obat dalam tiap resep, penggunaan obat generik,
antibiotik, injeksi, serta kesesuaian dengan formularium. Data dari masingmasing studi kemudian dibandingkan dengan standar WHO untuk menilai tingkat
kesesuaian peresepan obat di puskesmas. Hasil studi literatur terhadap tiga artikel
penelitian di Puskesmas Teling Atas, Karanganyar, dan Kebasen, secara umum
peresepan obat di puskesmas belum sepenuhnya memenuhi indikator peresepan
rasional WHO. Indikator jumlah rata-rata obat per resep 3,33 item obat per resep
masih melebihi standar, menunjukkan adanya kecenderungan polifarmasi. Pada
indikator penggunaan obat generik telah sesuai dengan standar WHO di seluruh
Puskesmas, penggunaan antibiotik sebagian besar telah rasional, kecuali di
Puskesmas Teling Atas yang mencatat angka di melebihi standar. Pada indikator
penggunaan sediaan injeksi memenuhi syarat dengan persentase 0% di seluruh
Puskesmas, sesuai rekomendasi WHO untuk pelayanan rawat jalan. Namun,
kesesuaian resep dengan Formularium Nasional (Fornas) masih belum mencapai
100% di semua puskesmas.

Kata kunci: peresepan obat, Indikator WHO, Puskesmas
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous