<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2310">
<titleInfo>
<title>STUDI LITERATUR GAMBARAN PENGELOLAAN PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KARTINI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>No. 51</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
ix
Pelayanan kefarmasian di rumah sakit memiliki peranan penting dalam 
menjamin mutu, keamanan, dan ketersediaan obat, salah satunya melalui sistem 
penyimpanan yang sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 
gambaran penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) berdasarkan 
studi literatur dari berbagai penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah 
studi literatur dengan analisis deskriptif terhadap dua jurnal penelitian yang relevan. 
Hasil studi menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit telah menerapkan 
prinsip penyimpanan yang sesuai dengan standar Permenkes No. 72 Tahun 2016, 
seperti penggunaan metode FEFO/FIFO, pemisahan obat narkotika dan 
psikotropika, serta penyimpanan obat dengan pengawasan suhu yang baik. Namun, 
masih ditemukan beberapa kekurangan seperti ketidaklengkapan pelabelan dan 
penyusunan obat yang belum sepenuhnya sesuai alfabetis atau bentuk sediaan. 
Kesimpulannya, penyimpanan obat di instalasi farmasi rumah sakit secara umum 
sudah memenuhi standar, tetapi diperlukan perbaikan pada aspek keamanan, 
pelabelan, dan tata letak untuk meningkatkan efisiensi dan mencegah risiko 
penyalahgunaan atau kesalahan distribusi obat.

Kata kunci: penyimpanan obat, instalasi farmasi, rumah sakit, manajemen stok, studi literatur.</note>
<subject authority=""><topic>Penyimpanan obat</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI2025051</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (KTI 2025)</sublocation>
<shelfLocator>615 HEN b</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2310</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-30 12:02:45</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-30 12:13:46</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>