<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2290">
<titleInfo>
<title>STUDI LITERATUR EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI INSTALASI RUMAH SAKIT</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LISA OLIVIANA SARI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>No. 30</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
ix
Perencanaan dan pengadaan obat di rumah sakit merupakan dua komponen utama 
dalam manajemen logistik farmasi yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan 
obat yang aman, bermutu, dan tepat guna sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan. 
Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengevaluasi 
kesesuaian proses perencanaan dan pengadaan obat di instalasi farmasi rumah sakit 
berdasarkan Petunjuk Teknis Pelayanan Kefarmasian menurut Permenkes RI 
Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian dilakukan dengan menganalisis tiga artikel 
penelitian yang membahas evaluasi perencanaan dan pengadaan di Rumah Sakit X 
Kabupaten Nganjuk, Rumah Sakit Mitra Siaga Kabupaten Tegal, dan Rumah Sakit 
Qim Batang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian perencanaan di 
Rumah Sakit X dan Mitra Siaga mencapai 100%, sementara di Rumah Sakit Qim 
Batang sebesar 90,9%. Untuk aspek pengadaan, kesesuaian tertinggi terdapat pada 
Rumah Sakit Qim Batang dengan 97,3%, sedangkan dua rumah sakit lainnya 
sebesar 90,5%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar 
rumah sakit telah menerapkan sistem perencanaan dan pengadaan yang baik, namun 
masih diperlukan optimalisasi untuk mencapai efisiensi dan efektivitas logistik 
farmasi secara menyeluruh.

Kata kunci : logistik obat, manajemen farmasi, Pengelolaan obat, rumah sakit.</note>
<subject authority=""><topic>logistik obat</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI2025030</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (KTI 2025)</sublocation>
<shelfLocator>615 HEN b</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2290</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-23 08:21:28</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-23 08:45:30</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>