<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2288">
<titleInfo>
<title>STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH NAGA MERAH DAN BUAH NAGA PUTIH DENGAN METODE IODIMETRI</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KAMALIA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>No. 28</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
Vitamin C merupakan antioksidan penting yang berperan dalam berbagai 
proses biokimia tubuh. Buah naga, baik varietas merah (Hylocereus polyrhizus) 
maupun putih (Hylocereus undatus), dikenal memiliki kandungan vitamin C 
yang berbeda. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui cara penetapan 
dan perbandingan kadar vitamin C dalam kedua varietas buah naga 
menggunakan metode iodimetri melalui pendekatan studi literatur. Penelitian 
dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari dua jurnal utama: 
Yulianto (2022) dan Melanie et al. (2023). Keduanya menggunakan metode 
iodimetri dalam penentuan kadar vitamin C, namun dengan teknik dan 
perlakuan yang sedikit berbeda. Hasil dari studi literatur Yulianto (2022) 
menunjukkan kadar vitamin C lebih tinggi pada buah naga merah (14,92 
mg/100g) dibandingkan putih (9,83 mg/100g), sedangkan Melanie et al. (2023) 
menemukan kadar lebih tinggi pada buah naga putih (13,35 &plusmn; 3,14 mg/100g) 
dibandingkan merah (11,59 &plusmn; 1,89 mg/100g). Perbedaan hasil ini dipengaruhi 
oleh faktor variasi varietas, teknik preparasi sampel, kondisi lingkungan, serta 
metode penetapan kadar vitamin C. Metode iodimetri terbukti efektif untuk 
analisis vitamin C karena asam askorbat merupakan reduktor kuat yang dapat 
dititrasi langsung dengan iodin. Penelitian ini memberikan pemahaman penting 
dalam menentukan kadar nutrisi buah naga serta kontribusinya terhadap gizi 
masyarakat.

Kata kunci : buah naga, vitamin C, iodimetri, antioksidan</note>
<subject authority=""><topic>iodimetri</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Vitamin C</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Buah naga merah</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Antioksidan</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI2025028</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (KTI 2025)</sublocation>
<shelfLocator>615 HEN b</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2288</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-23 07:59:17</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-23 08:04:53</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>