<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2284">
<titleInfo>
<title>STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP SWAMEDIKASI OBAT BATUK DI APOTEK</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ELGA ANDREANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>No. 24</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
Swamedikasi merupakan pengobatan sendiri yang dilakukan masyarakat 
untuk meredakan gejala penyakit ringan. Banyak masyarakat yang melakukan 
swamedikasi tetapi tidak sesuai dengan kondisi pasien. Prevalensi tingkat 
swamedikasi menurut Badan Pusat Statistik tahun 2022 ada sekitar 84,34% dan 
tahun 2023 sekitar 79,75%. Salah satu swamedikasi yang sering dilakukan 
masyarakat adalah pengobatan batuk. Batuk adalah salah satu gejala dari dalam 
tubuh yang diakibatkan oleh zat-zat asing seperti debu, lendir, asap, dan rokok. 
Batuk diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu batuk produktif dan batuk non 
produktif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan 
masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk di apotek. Penelitian ini diharapkan 
dapat dimanfaatkan bagi fasilitas pelayanan kesehatan serta menjadi referensi bagi 
penelitian. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian 
studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan 
menelaah jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Objek penelitian ini yaitu tingkat 
pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk di Apotek. Analisis data 
yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang hasilnya akan disajikan 
dalam bentuk tabel dan persentase tingkat pengetahuan masyarakat. Hasil 
penelitian menunjukan bahwa masyarakat di 2 wilayah berbeda, yaitu Apotek 
Berlian Kandat Kabupaten Kediri dengan persentase 85,56% dan Apotek Kota 
Bukittinggi dengan persentase 86,53% memiliki tingkat pengetahuan tinggi 
terhadap swamedikasi obat batuk. Responden memahami definisi batuk, jenis 
batuk, pemilihan obat yang sesuai serta aturan pakai. Berdasarkan hasil tersebut 
dapat disimpulkan bahwa mayaoritas pengetahuan masyarakat terhadap 
swamedikasi obat batuk termasuk kategori tinggi.

Kata kunci: apotek, batuk, pengetahuan, swamedikasi</note>
<subject authority=""><topic>pengetahuan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Batuk</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Apotek</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI2025024</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (KTI 2025)</sublocation>
<shelfLocator>615 HEN b</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2284</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 12:19:44</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-22 12:25:26</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>