|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 7 Nomor 1, 2025 |
| Edition |
Vol 7 Nomor 1, 2025 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
|
| Subject(s) |
Umbi bawang dayak Antiinflamasi Karagenin Inhibisi
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Jurnal |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
APDFI |
| Publishing Year |
2025 |
| Publishing Place |
|
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Inflamasi adalah respon normal guna melindungi cedera jaringan akibat bahan
kimia toksik, trauma fisik, atau agen mikroba. Pengobatan terhadap inflamasi pada
umumnya menggunakan obat-obatan sintetik, tetapi pemakaian obat-obatan tersebut
selain dapat menghilangkan inflamasi juga memiliki banyak efek samping dan harganya
relatif mahal. Oleh sebab itu dilakukan penggunaan obat antiinflamasi yang berasal dari
tanaman. Salah satu obat bahan alami yang digunakan adalah bawang dayak
(Eleutherine palmifolia) karena secara empiris banyak digunakan oleh masyarakat
Dayak dan Kutai yang memiliki potensi sebagai tanaman obat yang beragam khasiat
yang sangat besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas
antiinflamasi ekstrak etanol umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia) pada mencit
yang diinduksi karagenin. Uji aktivitas antinflamasi dilakukan dengan metode
pembentukan radang buatan pada telapak kaki mencit putih. Penelitian dilakukan pada
15 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol
negatif diberikan larutan CMC 0,5%. Kelompok kedua sebagai kontrol positif diberikan
natrium diklofenak dosis 27 mg/ 20g BB. Kelompok ketiga, keempat dan kelima
diberikan ekstrak umbi bawang dayak dosis 100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB, dan 400
mg/KgBB. Berdasarkan penelitian pengukuran persen inhibisi radang dari menit ke-30
hingga menit ke-300 didapatkan bahwa rerata Ekstrak Bawang Dayak dosis 1
(100mg/KgBB) memiliki persen hambatan radang yang terendah yaitu sebesar
23,064±1,286%, dosis 2 sebesar 37,701±2,354%, dosis 3 sebesar 52,324±4,751% dan
kontrol positif sebesar 76,348±8,702% dimana memiliki persen hambatan radang
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.7 NO.1, 2025
tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol
umbi bawang dayak memiliki aktivitas antiinflamasi terbaik pada dosis 3 sebesar
52,324±4,751% pada mencit yang diinduksi oleh karagenin.
Kata kunci : Umbi bawang dayak, Antiinflamasi, Karagenin, Inhibisi |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|