<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2252">
<titleInfo>
<title>Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Vol 14 No 3 (2025)</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher>Universitas Padjajaran</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Vol 14 No 3 (2025)</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Jurnal</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Abstrak
Evaluasi kualitas hidup (QoL) merupakan aspek penting dalam menilai keberhasilan terapi pada individu 
dengan gangguan jiwa. Kepatuhan minum obat memainkan peran krusial dalam kesuksesan pengobatan, 
namun seringkali tidak optimal akibat kurangnya pengetahuan pasien tentang penyakit dan terapi yang 
dijalani, yang dapat memicu kesalahpahaman dan ketidakpatuhan. Penelitian ini menginvestigasi 
hubungan antara tingkat pengetahuan pasien, kepatuhan terhadap regimen pengobatan, dan kualitas 
hidup pada populasi yang didiagnosis gangguan jiwa. Dengan menggunakan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari 200 pasien rawat jalan di rumah sakit jiwa, menggunakan instrumen terstandar, 
termasuk kuesioner penilaian pengetahuan, Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), dan 
WHO Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson 
dan uji korelasi berganda dilakukan melalui SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 
58% partisipan memiliki pengetahuan yang memadai tentang kondisi dan pengobatannya, sedangkan 
52% menunjukkan kepatuhan minum obat yang rendah. Selain itu, 61,5% melaporkan kualitas hidup 
yang baik. Analisis korelasi berganda dilakukan untuk mengevaluasi hubungan secara multivariat, 
yang menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara kualitas hidup dengan pengetahuan 
serta kepatuhan terhadap pengobatan (P = 0,000). Namun, tidak ditemukan hubungan langsung yang 
signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan. Studi ini menegaskan bahwa kepatuhan minum 
obat berhubungan signifikan dengan peningkatan kualitas hidup pasien gangguan jiwa. Meskipun 
pengetahuan tidak secara langsung memprediksi kepatuhan, kombinasi keduanya berkontribusi terhadap 
perbaikan hasil kualitas hidup. Temuan ini menekankan pentingnya strategi terintegrasi yang berfokus 
pada edukasi pasien dan promosi kepatuhan untuk mengoptimalkan manfaat terapi. 

Kata kunci:
WHOQOL-BREF tingkat pengetahuan, kepatuhan minum obat, gangguan jiwa, MMAS-8, kualitas hidup,</note>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">JN0423</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (Jurnal Nasional Farmasi)</sublocation>
<shelfLocator>051 UNI j</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2252</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 10:25:31</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 10:28:11</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>