<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2250">
<titleInfo>
<title>Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Vol 14 No 1 (2025)</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher>Universitas Padjajaran</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Vol 14 No 1 (2025)</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Jurnal</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Abstrak
&beta;-blocker merupakan first-line therapy yang telah terbukti dapat meningkatkan hasil klinis pada pasien 
gagal jantung yang disertai penurunan fraksi ejeksi. Penelitian terkait gambaran pemberian &beta;-blocker
pada pasien gagal jantung di Indonesia masih terbatas dan menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian 
ini bertujuan untuk menilai penggunaan &beta;-blocker, ketepatan obat, dosis, dan pertimbangan pemberian 
&beta;-blocker pada pasien gagal jantung di instalasi rawat inap RSJPD Harapan Kita tahun 2022. Penelitian 
ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif menggunakan data 
sekunder berupa rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 200 sampel sebanyak 61% 
pasien mendapatkan &beta;-blocker dan sebanyak 39% tidak menggunakan. Jenis &beta;-blocker yang didapatkan 
pasien antara lain bisoprolol, carvedilol, dan metoprolol. Hasil analisis data menunjukkan penggunaan 
&beta;-blocker 100% tepat obat dan 97% tepat dosis. Faktor pertimbangan tidak diberikan &beta;-blocker pada 
pasien gagal jantung, yaitu kongesti (23,08%); HFpEF (12,82%); PPOK (6,41%); dan faktor lain seperti 
asma, blok AV II, hipotensi, bradikardia, syok kardiogenik, terapi ivabradine curiga kontraindikasi/
intoleransi &beta;-blocker, inisiasi &beta;-blocker, gejala gagal jantung yang memburuk, NYHA I, penggunaan 
rifampicin, dan hiperkalemia. Penggunaan &beta;-blocker pada pasien gagal jantung di RSJPD Harapan Kita 
cukup tinggi dan sudah sesuai dengan kondisi klinis pasien. Hasil penelitian ini dapat memberikan 
gambaran kondisi klinis pasien gagal jantung yang perlu dan tidak perlu diberikan &beta;-blocker.

Kata kunci: &beta;-blocker, fraksi ejeksi, gagal jantung</note>
<subject authority=""><topic>fraksi ejeksi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>β-blocker</topic></subject>
<subject authority=""><topic>gagal jantung</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">JN0421</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (Jurnal Nasional Farmasi)</sublocation>
<shelfLocator>051 UNI j</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2250</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 10:14:47</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 10:17:22</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>