<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2232">
<titleInfo>
<title>Jurnal Ilmiah Manuntung ; Vol.10 No.1 ; Sains Farmasi dan Kesehatan 2024</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda</publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
Jamur Candida albicans merupakan salah satu penyebab sariawan yang dapat dihambat 
pertumbuhannya melalui aktivitas ekstrak daun saga yang mengandung senyawa saponin dan 
flavonoid. Salah satu upaya untuk mempermudah penggunaan ekstrak etanol daun saga adalah 
dengan dibuat menjadi sediaan permen edible film. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi 
sifat fisik permen edible film yang mengandung ekstrak etanol daun saga dengan variasi 
konsentrasi Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC). Ekstrak etanol daun saga dibuat dengan 
menggunakan metode maserasi menggunakan alkohol 70%, dengan konsentrasi ekstrak etanol 
daun saga sebesar 5%. Variasi konsentrasi HPMC yang digunakan adalah 3,5%; 2,5%; dan 1,5%. 
Edible film yang dihasilkan kemudian diuji sifat fisiknya, termasuk uji organoleptis, kadar air, 
pH, ketebalan, penentuan bobot, dan waktu melarut. Hasil analisis menunjukkan bahwa edible 
film memiliki bentuk tipis, warna hijau kehitaman, dengan aroma khas ekstrak dan rasa manis, 
pahit, dan mint. pH edible film adalah 6, dengan kadar air kurang dari 20%, ketahanan lipatan 
kurang dari 100, dan hanya meleleh tanpa larut. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan 
yang signifikan dalam ketebalan dan bobot edible film antar variasi konsentrasi HPMC. 
Kesimpulannya, perbandingan konsentrasi HPMC mempengaruhi sifat fisik permen edible film 
yang mengandung ekstrak etanol daun saga, dan konsentrasi HPMC 2,5% merupakan pilihan 
yang sesuai untuk memenuhi persyaratan edible film menurut Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kata Kunci : sariawan, edible film, daun saga (Abrus precatorius)</note>
<subject authority=""><topic>Jurnal Nasional Farmasi</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">JN0404</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (Jurnal Nasional Farmasi)</sublocation>
<shelfLocator>610.5 JUR S</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2232</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-02 10:52:11</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-02 10:59:11</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>