<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2230">
<titleInfo>
<title>Jurnal Ilmiah Manuntung ; Vol.8 No.2 ; Sains Farmasi dan Kesehatan</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda</publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK 
Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan untuk mengatasi keluhan atau nyeri dengan 
menggunakan obat-obatan yang dibeli tanpa resep dokter. Salah satu tahapan dalam swamedikasi 
ini adalah penggalian informasi. Pengumpulan informasi bertujuan untuk mengumpulkan atau 
menggali informasi dari pasien mengenai gejala yang dialami pasien sehingga petugas farmasi 
terbantu dalam mengambil keputusan dan merekomendasikan terapi yang tepat untuk pasien. 
Untuk mengetahui kualitas pelayanan penggalian informasi salah satunya adalah dengan 
mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan informasi swamedikasi. Kepuasan 
merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan karena kepuasan responden tidak lepas dari 
kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan 
masyarakat terhadap pelayanan penggalian informasi pengobatan sendiri dan pemberian 
informasi obat oleh petugas apotek pada masa pandemi COVID-19 di Kecamatan Tuah Madani 
Kota Pekanbaru Tahun 2021 berdasarkan lima (5) dimensi kualitas pelayanan yaitu kehandalan, 
daya tanggap, empati, jaminan dan bukti fisik. Penelitian ini merupakan penelitian 
observasional/survei dengan desain penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis 
kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling pada 100 
responden. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan responden pada aspek reliabilitas 66%, daya 
tanggap 76,2%, empati 74,4%, jaminan 75,25% dan bukti fisik 82,12%. Hal ini menunjukkan 
bahwa masyarakat secara keseluruhan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan apoteker. 

Kata kunci: Penilaian Pasien, Kepuasan, Pelayanan, Swamedikasi, Covid-19</note>
<subject authority=""><topic>Jurnal Nasional Farmasi</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">JN0402</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (Jurnal Nasional Farmasi)</sublocation>
<shelfLocator>610.5 JUR S</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2230</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-02 10:24:49</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-02 10:31:57</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>