|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN PENGOBATAN DERMATITIS ATOPIK DI POLI KULIT DAN KELAMIN RUMAH SAKIT DIRGAHAYU SAMARINDA PERIODE TAHUN 2023 - 2024 |
| Edition |
No. 89 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
RIZKAYATUL AZAQIYAH - Personal Name
|
| Subject(s) |
Rumah sakit Pola Pengobatan karakteristik Dirgahayu Samarinda Dermatitis Atopik
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Skripsi |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
2025 |
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Rizkayatul Azaqiyah
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Analisis Karakteristik dan Pengobatan Dermatitis
Atopik di Poli Kulit dan Kelamin Rumah Sakit
Dirgahayu Samarinda Periode Tahun 2023-2024
Pembimbing : 1. Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm-Klin
2. Apt. Rusdiati Helmidanora, M.Sc
Dermatitis adalah peradangan kulit (epidermis dan dermis) sebagai respon
terhadap pengaruh faktor eksogen dan atau faktor endogen, dengan kelainan klinis
berupa efloresensi polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel, skuma, likenifikasi)
dan keluhan gatal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik
dan pengobatan untuk pasien dermatitis atopik selama tahun 2023-2024 di Rumah
Sakit Dirgahayu Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif
dengan pengumpulan data yang telah lampau. Sampel dalam penelitian ini
merupakan pasien yang terdiagnosis Dermatitis Atopik di Rumah Sakit Dirgahayu
Samarinda. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil dari
penelitian ini yaitu jumlah pasien dermatitis atopik sebanyak 57 orang, dengan
mayoritas berjenis kelamin perempuan (65%) dan kelompok usia terbanyak
adalah balita (0-5 tahun) sebesar 44%. Lesi paling banyak ditemukan berupa
papul eritema dan papul hiperpigmentasi. Terapi yang paling sering digunakan
adalah kombinasi cetirizine dan mometasone furoate. Beberapa pasien juga
menerima tambahan terapi seperti antijamur topikal (ketoconazole, miconazole),
antibiotik topikal (gentamycin), emolien (noroid), serta kortikosteroid sistemik
dan antihistamin oral tambahan. Kesimpulan mayoritas pasien dermatitis atopik di
RS Dirgahayu Samarinda adalah anak usia 0-5 tahun (44%) dan berjenis kelamin
perempuan (65%), dengan lokasi predileksi paling sering di ekstremitas, terutama
area lipatan. Pola pengobatan didominasi oleh antihistamin oral cetirizine dan
kortikosteroid topikal mometasone, serta antibiotik topikal pada kasus infeksi
sekunder, dengan pendekatan kombinasi menjadi terapi utama.
Kata kunci: Dermatitis Atopik, Karakteristik, Pola Pengobatan, Rumah Sakit, Dirgahayu Samarinda. |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|