|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococus aureus |
| Edition |
No. 77 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
NIRTAMAYA ABDI - Personal Name
|
| Subject(s) |
Antibakteri Fraksi etil asetat staphylococcus aureus Melastoma malabathricum L Jerawat
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Skripsi |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
2025 |
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Nirtamaya Abdi
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun
Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Terhadap
Bakteri Staphylococus Aureus
Pembimbing : 1. apt. Hayatus Sa’adah, M.Sc.
2. apt. Rusdiati Helmidanora, M.Sc.
Jerawat merupakan penyakit kulit yang umum terjadi dan salah satu
penyebabnya adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik
jangka panjang dapat menimbulkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif terapi
dari bahan alam. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui
mengandung flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri.
Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun
senduduk terhadap Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan adalah
penelitian eksperimental dengan teknik difusi cakram pada media Nutrien Agar.
Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70% dan difraksinasi menggunakan nheksan, etil asetat, dan air. Sampel diuji pada konsentrasi 10%, 20%, dan 40%,
dengan klindamisin sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif.
Penelitian ini menunjukkan fraksi etil asetat memberikan zona hambat terbesar pada
konsentrasi 40% (6,21 mm), diikuti fraksi n-heksan (5,96 mm), fraksi air (5,33 mm),
dan ekstrak etanol (4,36 mm). Aktivitas antibakteri seluruh sampel berada pada
kategori lemah hingga sedang. Analisis statistik (ANOVA dan Post Hoc)
menunjukkan bahwa fraksi n-heksan dan etil asetat memiliki perbedaan signifikan
antar konsentrasi, sedangkan ekstrak etanol dan fraksi air tidak berbeda signifikan.
Hal ini menegaskan bahwa fraksi tertentu bersifat konsentrasi-dependent.
Kesimpulannya, fraksi etil asetat dan n-heksan memiliki potensi antibakteri lebih
baik dibandingkan ekstrak etanol dan fraksi air, terutama pada konsentrasi tinggi.
Penelitian ini mendukung pemanfaatan daun senduduk sebagai alternatif antibakteri
alami, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif.
Kata kunci: Melastoma malabathricum L., antibakteri, fraksi etil asetat, jerawat, Staphylococcus aureus. |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|