|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN PETAI BELALANG (Archidendron clypearia (Jack) Nielsen) MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2-azinobis (3-thylbenzothiqzolin)-6-Sulfonic Acid) |
| Edition |
No. 46 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
JENNYTA UAN - Personal Name
|
| Subject(s) |
Antioksidan ABTS fraksi Petai belalang
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Skripsi |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
2025 |
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Jennyta Uan
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dan Fraksi
Daun Petai Belalng (Archidendron clypearia
(Jack) Nielsen) Menggunakan Metode ABTS
(2,2-azinobis (3-thylbenzothiqzolin)-6-Sulfonic
Acid)
Dosen Pembimbing : 1. apt. Supomo, S, Si., M. Si
2. Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M. Sc.
Radikal bebas merupakan molekul atau atom yang sangat reaktif karena
memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan, sehingga mampu memicu stres
oksidatif yang berdampak pada kerusakan sel dan berperan terhadap berbagai
penyakit degeneratif, seperti kanker, penyakit kardiovaskular, dan diabetes.
Antioksidan memiliki peran penting dalam menetralkan radikal bebas serta
menjaga stabilitas tubuh. Saat ini, antioksidan alami lebih diminati karena dianggap
lebih aman dibandingkan antioksidan sintetis. Salah satu sumber potensial
antioksidan alami adalah daun petai belalang (Archidendron clypearia (Jack)
Nielsen), yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti
flavonoid, fenolik, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas
antioksidan dari ekstrak etanol dan berbagai fraksi daun petai belalang
menggunakan metode ABTS. Proses ekstraksi dilakukan melalui maserasi dengan
etanol 70%, diikuti fraksinasi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan etanol air.
Aktivitas antioksidan diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang
gelombang 734 nm dan dinyatakan dalam nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan tertinggi (IC₅₀ = 0,4574
ppm), diikuti oleh fraksi n-heksana (IC₅₀ = 0,6996 ppm), ekstrak etanol (IC₅₀ =
0,7765 ppm), dan fraksi air (IC₅₀ = 1,3155 ppm). Aktivitas fraksi etil asetat bahkan
melampaui kuersetin sebagai kontrol positif. Hasil uji ANOVA menunjukkan
perbedaan yang signifikan antar sampel (p = 0,002),uji lanjut LSD menunjukkan
bahwa fraksi etil asetat berbeda signifikan dari fraksi air (p < 0,001). ini
mengindikasikan bahwa daun petai belalang memiliki potensi tinggi sebagai
sumber antioksidan alami.
Kata Kunci: Petai Belalang, Antioksidan, ABTS, Fraksi |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|