| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Inul Octavia
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Analisis Mutu Pengelolaan Obat Di Puskesmas
Kecamatan Samarinda Ulu, Kecamatan Sungai
Kunjang dan Kecamatan Samarinda Seberang
Pembimbing : 1. apt. Heri Wijaya, M.Si., Ph.D.
2. apt. Husnul Warnida S.Si., M.Si.
Pentingnya pengelolaan obat di Puskesmas dalam mencapai pengelolaan
obat yang efisein dan efektif untuk menjamin ketersediaan obat sesuai kebutuhan
dan menghindari kekurangan serta kelebihan obat. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis mutu pengelolaan obat di Puskesmas. Penelitian ini merupakan
penelitian yang bersifat deksriptif non eksperimental. Populasi mencakup seluruh
Puskesmas yang ada di Kota Samarinda sebanyak 26 Puskesmas. Teknik yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling dengan menetapkan
ciri-ciri khusus dengan tujuan dapat menjawab permasalahan penelitian. Sampel
penelitian ini adalah Puskesmas di tiga Kecamatan yang saling berdekatan, yaitu
Kecamatan Samarinda Ulu, Sungai Kunjang dan Samarinda Seberang. Analisis
data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan data kuantitatif.
Indikator pengelolaan obat tersebut meliputi seleksi, perencanaan, permintaan,
penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan pelaporan. Hasi
penelitian di setiap tahapan indikator pengelolaan obat bervariasi. Nilai
kesesuaian item dengan Fordinkes 92,66%, dan nilai ketepatan perencanaan
92,16%-229,27%. Pada tahap permintaan terdapat nilai kesesuaian jumlah
permintaan 40,61%-92,03% dan kesesuaian item permintaan 99,4%. Kesesuaian
jumlah penerimaan 35,12%-107,24%, dan kesesuaian item penerimaan 98,30%.
Tahap penyimpanan mendapatkan nilai penyimpanan obat LASA 80%. Tahap
pendistribusian mendapatkan nilai distribusi obat ke Puskemas Pembantu
(Pusban) sebesar 65,43%-72,01%. Tahap pengendalian mendapatan nilai ITOR 8-
9, nilai item stok kosong (satuan bulan) 7,02%-13,21%, dan nilai obat
kadaluwarsa 0,11%-1,50%. Tahap pencatatan dan pelaporan mendapatkan nilai
kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok sebesar 93,33%-97,87%. Secara
keseluruhan masih terdapat ketidaksesuaian antara item obat dengan Fordinkes,
perbedaan antara jumlah permintaan dan penerimaan obat, nilai ITOR yang
rendah, tingginya kejadian stok obat kosong serta obat kadaluwarsa, serta
ketidaksesuaian antara jumlah obat dengan pencatatan di kartu stok. Mutu
pengelolaan obat pada 7 Puskesmas di Kecamatan Samarinda Ulu, Sungai
Kunjang, dan Samarinda Seberang belum sepenuhnya memenuhi standar yang
ditetapkan dan memerlukan perbaikan pada berbagai aspek.
Kata Kunci : Puskesmas, Pengelolaan Obat, Kota Samarinda |