| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Elles Christmyer Alung
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dan
Fraksi Daun Senduduk (Melastoma malabathricum
L.) dengan Metode ABTS
Pembimbing : 1. apt. Hayatus Sa’adah, S.F., M. Sc
2. apt. Supomo, S.Si., M. Si
Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan stres
oksidatif dan memicu berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berperan dalam
menetralkan radikal bebas, dimana sumber alami seperti tumbuhan dianggap lebih
aman dibandingkan antioksidan sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dan fraksi daun senduduk (Melastoma
malabathricum L.) berdasarkan nilai IC₅₀ menggunakan metode ABTS (2,2-
azinobis (3-thylbenzothiqzolin)-6-Sulfonic Acid). Penelitian dilakukan secara
eksperimental in vitro meliputi ekstraksi dengan etanol 70% secara maserasi,
fraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air, serta uji aktivitas antioksidan
menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 743 nm. Hasil
skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% mengandung senyawa
alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin; fraksi etil asetat mengandung
flavonoid, steroid dan tanin; fraksi air mengandung saponin, triterpenoid, dan tanin;
sedangkan fraksi n-heksan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid.
Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki
aktivitas tertinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 2,3287 ± 0,05 ppm, diikuti ekstrak
etanol (3,0569 ± 0,4 ppm), fraksi air (6,0675 ± 0,4 ppm), dan fraksi n-heksan
(10,4843 ± 2,14 ppm), sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif menunjukkan
IC₅₀ sebesar 0,7767 ± 0,1 ppm. Disimpulkan bahwa fraksi etil asetat memiliki
potensi antioksidan paling tinggi di antara sampel uji, meskipun masih di bawah
vitamin C. Hasil uji ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar sampel
(p = 0,000), dan uji lanjut Games-Howell menunjukkan bahwa fraksi etil asetat
berbeda signifikan dari fraksi air (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa daun
senduduk memiliki potensi tinggi sebagai sumber antioksidan alami, khususnya
pada fraksi etil asetat.
Kata Kunci: Daun senduduk, Melastoma malabathricum L., Antioksidan, ABTS, IC50 |