|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN PETAI BELALANG (Archidendron clypearia) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi |
| Edition |
No. 16 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
BELLA MICHA THESYA OCTAVIANI - Personal Name
|
| Subject(s) |
Antibakteri staphylococcus aureus Salmonella typhi Petai belalang
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Skripsi |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
2025 |
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Bella Micha Thesya Octaviani
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun
Petai Belalang (Archidendron clypearia) Terhadap Bakteri
Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi
Pembimbing : 1. apt. Supomo, M. Si.
2. Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M. Sc.
Infeksi merupakan salah satu penyebab penyakit yang sering terjadi di
masyarakat. Salah satu jenis infeksi disebabkan oleh Staphylococcus aureus
merupakan bakteri penyebab infeksi kulit pada manusia yang ditandai dengan abses
bernanah. Selain itu, Salmonella typhi juga merupakan bakteri patogen yang dapat
menyebabkan demam tifoid. Infeksi akibat mikroorganisme dapat diatasi dengan
pemberian antimikroba. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai
antimikroba adalah tumbuhan petai belalang (Archidendron clypearia). Penelitian
ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun petai
belalang terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Penelitian
ini bersifat eksperimental dengan tahapan meliputi determinasi tumbuhan,
pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi dan fraksinasi, skrining
fitokimia, serta uji aktivitas antibakteri. Ekstrak dan fraksi dibuat dalam konsentrasi
1%, 5%, 10%, dan 15%, dengan kontrol positif amoksisilin 0,1% dan kontrol
negatif DMSO 1%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi
cakram dan difusi sumuran untuk mengukur zona hambat. Data dianalisis secara
statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada metode difusi cakram, zona hambat terhadap Staphylococcus aureus berada
pada kisaran 7,3–10,8 mm, dan terhadap Salmonella typhi sebesar 7,6–10,1 mm.
Pada metode difusi sumuran, zona hambat terhadap Staphylococcus aureus berkisar
antara 11,1–16,8 mm, dan terhadap Salmonella typhi sebesar 11,5–16,8 mm. Zona
hambat terbesar diperoleh dari fraksi etil asetat dengan diameter 16,8 mm pada
metode difusi sumuran. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang
signifikan terhadap aktivitas antibakteri pada bakteri gram positif dan gram negatif
dengan nilai signifikan 0,005 pada metode cakram dan 0,006 pada metode sumuran.
Kata kunci: Petai belalang, antibakteri, Staphylococcus aureus, Salmonella typhi |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|