|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
UJI AKTIVITAS INHIBISI TIROSINASE EKSTRAK METANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) |
| Edition |
No. 15 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
AYU NUR AZIZAH WULANDARI, - Personal Name
|
| Subject(s) |
IC50 Curcuma xanthorrhiza Roxb Asam kojat inhibisi enzim
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Skripsi |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
2025 |
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Ayu Nur Azizah Wulandari
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Uji Aktivitas Inhibisi Tirosinase Ekstrak
Metanol Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza
Roxb.)
Pembimbing : 1. Henny Nurhasnawati, M.Si.
2. apt. Reksi Sundu, M.Sc.
Tirosinase merupakan enzim utama yang bertanggung jawab untuk produksi
dan pertumbuhan melanin. Melanin yang berlebih pada kulit dapat menyebabkan
gangguan pada kulit salah satunya hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi merupakan
gangguan pada pigmen kulit yang disebabkan karena adanya peningkatan produksi
melanin yang tidak merata. Salah satu penanganan hiperpigmentasi yaitu dengan
penghambatan sintesis melanin yang dilakukan dengan cara menghambat enzim
tirosinase. Rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan suatu
bagian dari tumbuhan yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional
yang mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan dan
inhibitor enzim tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas inhibisi
antitirosinase ekstrak metanol temulawak dengan metode enzimatik secara in vitro
menggunakan substrat L-DOPA. Aktivitas inhibisi antitiosinase dinyatakan dengan
nilai IC50 yang dihitung sebagai parameter efektivitas inhibisi. Hasil penelitian
dianalisis secara deskriptif yang meliputi perhitungan rata-rata persen inhibisi,
pembuatan grafik hubungan antara konsentrasi ekstrak dan persen inhibisi, serta
penentuan nilai IC50 menggunakan persamaan regresi linear. Hasil penelitian uji
antitirosinase pada ekstrak metanol rimpang temulawak menunjukkan nilai IC50 ±
SD sebesar 210,34 ± 44,87 (Sedang). Sedangkan asam kojat menunjukkan nilai IC50
± SD sebesar 13,01 ± 0,44 (Kuat). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol
rimpang temulawak memiliki aktivitas sedang sebagai inhibitor tirosinase.
Kata kunci: Asam kojat, Curcuma xanthorrhiza Roxb, inhibisi enzim, IC50, tirosinase |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|