<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2099">
<titleInfo>
<title>Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2 (2024)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Jurnal Nasional Gizi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Universitas Airlangga</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Vol. 8 No. 2 (2024)</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK

Latar Belakang: Prevalensi obesitas pada perempuan sebesar 44,4% lebih tinggi
dibandingkan laki-laki sebesar 26,6%, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun
2018. Ditemukan bukti yang bertentangan tentang efek kontrasepsi hormonal pada
penambahan berat badan. Sedangkan di Indonesia, kontrasepsi hormonal merupakan
kontrasepsi yang paling diminati.
Tujuan: Menganalisis hubungan antara penggunaan jenis kontrasepsi dengan konsumsi
makronutrien dan status gizi.
Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 106 wanita tidak hamil berusia 20-45
tahun pada bulan April-Mei 2023 di Kelurahan Manggarai dan Bukit Duri. Pengambilan
responden menggunakan metode consecutive sampling. Responden dikelompokkan
menjadi pengguna dan bukan pengguna kontrasepsi hormonal. Analisis dilakukan
dengan menggunakan uji chi-square, fischer exact, dan regresi linier berganda.
Hasil: Sebanyak 59,5% menggunakan kontrasepsi hormonal lalu 40,5% menggunakan
kontrasepsi non-hormonal. Tidak ditemukan hubungan antara kontrasepsi hormonal
dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) (p-value=0,081), lingkar perut (p-value=0,789), dan
asupan makronutrien (p-value energi=0,0675; protein=0,758; lemak=0,156;
karbohidrat=0,23). Tidak ditemukan hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi
dengan IMT (p-value=0,163 dan 0,248) atau lingkar perut (p-value=0,282 dan 0,066)
baik pada pengguna maupun bukan pengguna kontrasepsi hormonal. Model regresi
linier menunjukkan bahwa hanya asupan lemak dan karbohidrat yang berkontribusi
signifikan terhadap lingkar perut (adjusted R

2 model adalah 0,244, F 12,3, Sig.</note>
<subject authority=""><topic>Jurnal Nasional Gizi</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">JGZ035</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (Jurnal Nasional Gizi)</sublocation>
<shelfLocator>615 UNI a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2171" url="https://drive.google.com/file/d/1MgcbYfn7iLQ8IcQruS9bQx77PNj9OdOV/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1MgcbYfn7iLQ8IcQruS9bQx77PNj9OdOV/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2 (2024)</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>2099</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-26 08:46:08</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-26 09:53:51</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>