|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 4 (2022) |
| Edition |
Vol. 6 No. 4 (2022) |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
Jurnal Nasional Gizi - Personal Name
|
| Subject(s) |
Jurnal Nasional
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Karya Tulis Ilmiah |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Universitas Airlangga |
| Publishing Year |
2022 |
| Publishing Place |
Surabaya |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Latar Belakang: Rendahnya kualitas dan kuantitas pangan merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap
ketidakcukupan asupan zat gizi mikro yaitu zat besi, kalsium, seng, vitamin A, dan C saat makanan pendamping
diperkenalkan pada bayi berusia 6 bulan.
Tujuan: Menganalisis prevalensi dan faktor risiko ketidakcukupan asupan zat gizi mikro pada anak usia 6-23 bulan di
Indonesia.
Metode: Desain penelitian yaitu studi potong lintang menggunakan data Survei Konsumsi Makanan Indonesia tahun 2014
dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia dengan melibatkan 1.575 anak usia 6-23 bulan.
Minimum Dietary Diversity (MDD) diukur dengan delapan kelompok pangan untuk anak di bawah dua tahun. Prevalensi
ketidakcukupan asupan zat gizi mikro menggunakan pendekatan probabilitas. Regresi logistik biner digunakan saat uji
multivariat untuk menentukan faktor risiko ketidakcukupan asupan zat gizi mikro.
Hasil: Prevalensi ketidakcukupan asupan zat gizi mikro tertinggi adalah vitamin C, sedangkan yang terendah adalah seng.
Sebanyak 61,9% subjek mengalami ketidakcukupan keseluruhan asupan zat gizi mikro. Sekitar 57,7% dan 15,9% subjek
memiliki asupan energi rendah dan sudah mencapai MDD. Tinggal di daerah pedesaan [OR=1,37 (95%CI:1,06-1,77)], Ibu
berpendidikan rendah [OR=1,71 (95%CI:1,32-2,22)], asupan energi rendah [OR=6.22 (95%CI:4,84 -7,99)], dan tidak tercapai
MDD [OR=4,84 (95%CI:3,47-6,75)] lebih berisiko memiliki ketidakcukupan asupan zat gizi mikro pada subjek, sedangkan
tidak mengkonsumsi ASI lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki ketidakcukupan asupan zat gizi mikro pada anak
[OR=0,55 (95%CI:0,43-0,71)].
Kesimpulan: Hampir dua pertiga dari subjek mengalami ketidakcukupan keseluruhan asupan zat gizi mikro. Asupan energi
yang rendah dan tidak tercapai MDD merupakan risiko tertinggi dari ketidakcukupan asupan zat gizi mikro subjek
dibandingkan dengan pendidikan Ibu yang rendah dan tinggal di pedesaan.
Kata kunci: Anak usia 6-23 bulan, Asupan energi, Keragaman pangan, Ketidakcukupan asupan, Zat gizi mikro |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|