|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022) |
| Edition |
Vol. 6 No. 1 (2022) |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
|
| Subject(s) |
Jurnal Nasional Gizi
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Karya Tulis Ilmiah |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Universitas Airlangga |
| Publishing Year |
2022 |
| Publishing Place |
Surabaya |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Latar Belakang: Keluarga nelayan di Puger Wetan kabupan Jember berisiko mengalami
kerawanan pangan karena pendapatan yang fluktuatif sehingga kesulitan untuk
mengakses pangan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizinya nelayan di Puger
Wetan Kabupaten Jember berupaya melakukan food coping strategy agar terhindar dari
kekurangan pangan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerawanan pangan dan
menganalisis proses food coping strategy yang dilakukan oleh keluarga nelayan di Desa
Puger Wetan Kabupaten Jember.
Metode: Penelitian ini menggunakan teknik observasi, in-depth interview dan
dokumentasi untuk mengeskplore food coping strategy oleh 20 keluarga nelayan yang
terdiri dari keluarga nelayan pandhéga, nelayan perorangan, dan nelayan juragan di
Dusun Krajan dan Mandaran, Puger Wetan pada bulan Juli 2019-Februari 2020.
Penelitian ini fokus membahas tiga pilar kerawanan pangan rumah tangga secara
mendalam, yakni non-availability of food, lack of food access dan improper utilization of
food sebagai prediktor food coping strategy. Informasi yang dianalisis menggunakan
analisis tematik yang kemudian disajikan dalam bentuk narasi dan bagan.
Hasil: Non-avalibaility of food dan lack of economy access menjadi dasar keluarga
keluarga nelayan di Puger Wetan melakukan food coping strategy skala 1 hingga tingkat
parah skala 3 selama musim laéb dan musim sedikit ikan. Tujuh upaya coping prioritas
terdiri dari upaya mencari pekerjaan sampingan, menjual aset rumah tangga, migrasi,
menerima makanan dari orang terdekat, mengubah prioritas pembelian pangan,
mengurangi frekuensi makan dan menjalani hari tanpa makan. Seluruh upaya coping
tersebut dimaksudkan oleh keluarga nelayan untuk tetap memperoleh pangan selama
periode rawan pangan.
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan dibutuhkannya penguatan akses ekonomi
dengan cara sistem permodalan nelayan dan kebijakan yang membebaskan pedagang
asing untuk membeli ikan lokal demi pengayaan referensi harga ikan yang adil. |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|