<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2065">
<titleInfo>
<title>Action Aceh Nutrition Journal Vol 4, No 1 (2019)</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued></dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Vol 4, No 1 (2019)</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK

Kacang kedelai (glycine max) merupakan tanaman
pangan penting sebagai sumber protein nabati di
Indonesia. Tempe sendiri mempunyai daya simpan yang
singkat dan akan segara membusuk selama penyimpanan.
Pengolahan lebih lanjut agar memperpanjang masa
simpannya perlu dilakukan. Tujuan penelitian untuk
mengetahui daya terima, kandungan zat gizi keripik tempe
rasa bawang dengan berbagai variasi pengolahan. Pada
penelitian ini menggunakan 3 perlakuan variasi
pengolahan yaitu A1 disangrai, A2 dikukus dan A3 dioven.
Jumlah panelis 30 orang. Analisis kandungan zat gizi
menggunakan uji proksimat. Daya terima data dianalisis
menggunakan uji One Way Anova. Penelitian
menunjukkan pada mutu protein didapatkan hasil yang
sama untuk ketiga variasi yaitu 10,7%. Kandungan lemak
paling tinggi yaitu variasi A2 yaitu 30,9%. Kandungan
karbohidrat paling tinggi yaitu pada A3 dioven 58,2%.
Pada warna, rasa, tesktur dan aroma tidak ada perbedaan
signifikan pada setiap perlakuan, ketiga variasi yang
dilakukan, variasi A3 dioven paling banyak disukai oleh
panelis.

Kata kunci : Daya terima, Zat gizi, variasi pengolahan, keripik tempe</note>
<subject authority=""><topic>Jurnal Nasional Gizi</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">JGZ001</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (Jurnal Nasional Gizi)</sublocation>
<shelfLocator>615 POL a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2139" url="https://drive.google.com/file/d/1IndkEVI4j8JdP3AI3QYfiJUdBABd0ncz/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1IndkEVI4j8JdP3AI3QYfiJUdBABd0ncz/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Action Aceh Nutrition Journal Vol 4, No 1 (2019)</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>2065</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-20 09:50:01</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-20 10:34:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>