|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
Jurnal Kefarmasian AKFARINDO Vol 9 No 2 (2024) |
| Edition |
Vol 9 No 2 (2024) |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
|
| Subject(s) |
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Karya Tulis Ilmiah |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta |
| Publishing Year |
2024 |
| Publishing Place |
Jogjakarta |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Pengelolaan obat di rumah sakit harus dilakukan secara efektif dan efisien agar kelancaran pelayanan
kesehatan tidak terganggu dan pendapatan rumah sakit juga dapat ditingkatkan. Pengendalian persediaan
farmasi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu metode analisis ABC (Always, Better, Control) dan metode
EOQ (Economic Order Quantity). Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengelompokan obat
berdasarkan nilai investasinya dengan metode analisis ABC dan menentukan pemesanan obat yang ekonomis
dengan metode EOQ di Depo Farmasi IGD RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari –
Desember 2023.
Penelitian menggunakan metode non-eksperimental dengan analisis secara deskriptif dan menggunakan
data kuantitatif. Tahapan penelitian ini dimulai dari observasi, perizinan, pengumpulan data dan pengolahan
data dengan metode analisis ABC dan metode EOQ menggunakan data obat pasien di Depo Farmasi IGD
RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode Januari – Desember 2023.
Hasil penelitian menunjukkan pemakaian obat klasifikasi A berjumlah 43 item obat dengan jumlah
pemakaian sebanyak 292.905 item obat (69,52%). Pemakaian obat klasifikasi B berjumlah 69 item obat
dengan jumlah pemakaian sebanyak 84.650 item obat (20,09%). Pemakaian obat klasifikasi C berjumlah
414 item obat dengan jumlah pemakaian sebanyak 43.764 item obat (10,39%). Nilai investasi klasifikasi A
sebanyak 28 item obat dengan nilai investasi Rp.2.182.324.880,- (69,67%). Nilai investasi klasifikasi B
sebanyak 56 item obat dengan nilai investasi Rp.634.427.420,- (20,25%). Nilai invesatasi klasifikasi C
sebanyak 442 item obat dengan nilai investasi Rp.315.744.296,- (10,69%). Analisis metode EOQ diperoleh
pemesanan optimum untuk obat kategori A adalah 1–595 item obat. Pemesanan optimum untuk obat
kategori B adalah 1–2.475 item obat. Pemesanan optimum untuk obat kategori C adalah 1 – 2.598 item obat.
Kata kunci: Metode ABC, Metode EOQ, Pengendalian Persediaan. |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|