PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA
REPOSITORY
Select Language

Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
License

This Software is Released Under GNU GPL License Version 3.

indexed
Visitors
Flag Counter

Statistic
Total Collection:
Title Jurnal Kefarmasian AKFARINDO Vol 7 No 1 (2022)
Edition Vol 7 No 1 (2022)
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s)
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD Karya Tulis Ilmiah
Language Indonesia
Publisher Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta
Publishing Year 2022
Publishing Place Jogjakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK

Saat ini dapat dikatakan bahwa obat termasuk dalam kebutuhan pokok rnasyarakat. Obat bukanlah
komoditas seperti halnya sembako, ada banyak peraturan terkait peredaran obat. BPOM telah rnenerbitkan
peraturan Nomor 8 tahun 2020 untuk rnengatur dan rnengawasi penjualan obat secara daring dan sudah
disosialisasikan. Kemajuan teknologi informasi dan perkembangan tingkat pemanfaatan layanan daring
untuk mendapatkan obat terutama di masa pandemi Covid-19 meningkat. Obat keras harus didistribusikan ke
pasien berdasar resep dokter dan disertai informasi edukasi serta pernastian penggunaan yang tepat bagi
pasien.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan kualitatif untuk mengkaji
implementasi peraturan BPOM Nomor 8 tahun 2020 dalam praktek pelayanan kefarmasian di apotek dalam
peredaran obat keras secara daring. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung di sarana
pelayanan kefarmasian di apotek wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta. Pengarnbilan data dilakukan
dengan metode observasi dan wawancara. Instrumen berupa panduan wawancara disusun berdasarkan
kerangka teori COM-B (Capability, Opportunity, Motivation, Behavior). Responden wawancara adalah
masyarakat yang berkunjung di sarana pelayanan kefarmasian di apotek yang mernenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi. Data kualitatif hasil wawancara dianalisis secara ternatik dengan menggunakan bantuan software
NVIVO 11 Plus. Hasil penelitian pada umumnya masyarakat tidak mengetahui adanya regulasi mengenai peredaran
obat secara daring dengan mendetail namun paham akan tujuan regulasi. Masyarakat menyatakan
kemudahan penggunaan pelayanan obat daring, walaupun ada kerugian yang mereka rasakan seperti harga
lebih mahal serta dapat saja membeli obat yang salah. Masyarakat berkeinginan untuk terus melakukan
pembelian secara daring dan keinginan adanya peraturan khusus yang lebih detail mengenai peraturan
tersebut. Serta berharap adanya edukasi terhadap masyarakat mengenai
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous