<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1968">
<titleInfo>
<title>Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol 21 No 1 2023</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jogjakarta</placeTerm></place>
<publisher>Universitas Pancasila</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Vol 21 No 1 2023</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Abstrak: Hipertensi telah menjadi masalah epidemi global yang mengalami peningkatan tiap tahunnya
dan menjadi salah satu penyakit mematikan dengan komplikasi serius pada kadiovaskular. Pengetahuan
dan kepatuhan adalah kunci optimalnya hasil klinis yang akan dirasakan oleh pasien. Tingkat
pengetahuan merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kepatuhan seorang pasien terhadap
pengobatannya serta kepatuhan pengobatan seorang pasien akan menentukan hasil klinis yang akan
dicapainya. Hasil klinis yang optimal akan dapat dicapai apabila kepatuhan pasien akan terapi yang
dijalani bernilai baik. Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan model
cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Subyek
penelitian adalah pasien hipertensi dewasa di Puskesmas Jetis Kota dengan waktu penelitian di Bulan
Agustus hingga Oktober 2020. Analisis univariat dilakukan pada deksripsi pasien dan pengobatan.
Uji Kendal Tau dilakukan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, kepatuhan, dan outcome klinis.
Sebanyak 81 pasien hipertensi memenuhi kriteria masuk dalam penelitian ini. Prevalensi tertinggi
penderita hipertensi adalah perempuan, usia 45-59 tahun, latar belakang pendidikan SMA, dan tidak
bekerja. Pengobatan tunggal dengan amlodipin adalah terapi farmakologi yang banyak diberikan. Tidak
ada hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan serta tidak terdapat hubungan antara kepatuhan dan
outcome klinis yang berupa ketercapaian sistol dan diastol.

Kata kunci: Hipertensi, kepatuhan, luaran klinis, pengetahuan, Puskesmas Jetis</note>
<subject authority=""><topic>pengetahuan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>kepatuhan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Hipertensi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Puskesmas Jeti</topic></subject>
<subject authority=""><topic>luaran Klinis</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">JN0334</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam</sublocation>
<shelfLocator>051 JUR j</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2049" url="https://drive.google.com/file/d/1M7ky55_2O-tcnPomFkYC9s7mQX4IZoxC/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1M7ky55_2O-tcnPomFkYC9s7mQX4IZoxC/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol 21 No 1 2023</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1968</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-02 10:08:40</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-02 10:12:27</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>