<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1958">
<titleInfo>
<title>JFI Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13 no 1 2021</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jogjakarta</placeTerm></place>
<publisher>Universitas Pancasila</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Vol 13 no 1 2021</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Abstrak: Amikasin digunakan untuk pengobatan infeksi serius, dengan
insidensi nefrotoksisitasnya mencapai 3-13%. Lebih dari 90% amikasin
diekskresikan melalui ginjal dalam bentuk tidak berubah, dengan demikian
akumulasi dapat terjadi pada disfungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui profil penggunaan amikasin berdasarkan fungsi ginjal pasien serta
mengevaluasi hubungan fungsi ginjal terhadap kondisi keluar rumah sakit
(KRS) dan length of stay (LOS). Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan
data rekam medis pasien dewasa rawat inap di RSUP Dr. Sardjito yang
mendapatkan terapi amikasin selama tahun 2020. Uji Chi-Square digunakan
untuk menentukan perbedaan proporsi penggunaan amikasin antara 2
kelompok pasien dengan fungsi ginjal berbeda, serta hubungan fungsi ginjal
dengan kondisi KRS dan LOS. Mayoritas dari 78 subyek penelitian memiliki
fungsi ginjal normal, dengan diagnosis terbanyak berupa infeksi campuran.
Amikasin sebagian besar digunakan sebagai terapi definitif, sebagai kombinasi
antibiotik, dengan median dosis 14,3mg/kgBB/hari, interval 12 jam, dan durasi
5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CrCl, jenis infeksi, komorbid,
interval dan durasi amikasin memiliki proporsi yang berbeda signifikan
(p</note>
<subject authority=""><topic>fungsi ginjal</topic></subject>
<subject authority=""><topic>amikasin</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Profil penggunaan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Pasien rawat inap</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">JN0306</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (Jurnal Nasional)</sublocation>
<shelfLocator>051 JUR j</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2039" url="https://drive.google.com/file/d/1OuYfD44OR9MBbt7Ep6wndxZGyna9CIWI/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1OuYfD44OR9MBbt7Ep6wndxZGyna9CIWI/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">JFI Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13 no 1 2021</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1958</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 10:58:27</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 12:22:01</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>