|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK LILIN AROMATERAPI MINYAK KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) |
| Edition |
No. 46 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
NURLIA - Personal Name
|
| Subject(s) |
Minyak atsiri lilin aromaterapi kayu putih (Melaleuca cajuputi)
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Karya Tulis Ilmiah |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
|
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Nurlia
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Formulasi dan Uji Sifat Fisk Lilin Aromaterapi Minyak Kayu
Putih (Melaleuca cajuputi)
Pembimbing : 1. apt. Husnul Warnida, S.Si., M.Si.
2. apt. Yullia Sukawaty, M.Sc.
Tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi) merupakan salah satu tanaman
herbal aromatik penghasil minyak atsiri yang disebut minyak kayu putih (Cajuput
oil). Minyak kayu putih memiliki aroma khas dan menenangkan yang dimanfaatkan
sebagai aromaterapi untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah minyak atsiri kayu putih (Melaleuca cajuputi)
dapat diformulasikan dalam sediaan lilin aromaterapi stabil secara fisik dan
mengetahui tingkat hedonik lilin aromaterapi minyak atsiri kayu putih (Melaleuca
cajuputi). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Sediaan lilin
aromaterapi diformulasi dengan bahan aktif minyak atsiri kayu putih dengan
konsentrasi berbeda yaitu FI 10%, FII 15% dan FIII 20% menggunakan komposisi
basis lilin asam stearat : beeswax 1 : 3, kemudian dilakukan uji sifat fisik sediaan
berupa uji organoleptik, uji kekerasan, uji titik leleh, uji waktu bakar dan uji
persepsi responden. Hasil penelitian organoleptis lilin padat hingga lunak berwarna
kuning, putih kekuningan dan putih, nilai kekerasan lilin antara 0,3–3,3 kg, titik
leleh 49,67–580C, waktu bakar lilin paling lama yaitu lilin FI 10%, penampakan
lilin secara keseluruhan yang paling disukai yaitu FIII 20%, aroma lilin sebelum
dibakar yang paling disukai yaitu FII 15%, aroma lilin sesudah dibakar yang paling
disukai yaitu FI 10%, waktu deteksi aroma pertama kali yang paling cepat yaitu
FIII 20% dengan rata–rata waktu deteksi aroma pertama kali 41–60 detik, efek
aromaterapi diberikan oleh FI 10% yaitu segar dan FII 15% yaitu tenang. Hasil sifat
fisik menunjukkan bahwa formula FI memiliki sifat fisik terbaik dan memberikan
efek terapi yang lebih baik dibandingkan dengan FII dan FIII. Perbedaan
konsentrasi minyak kayu putih menghasilkan pengaruh perbedaan nyata pada
formulasi lilin aromaterapi.
Kata Kunci: lilin aromaterapi, kayu putih (Melaleuca cajuputi), minyak atsiri |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|