|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI BEBERAPA JENIS MINYAK KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi Subsp. Cajuputi) TERHADAP BAKTERI Staphylocuccus epidermidis DAN Staphylococcus aureus |
| Edition |
No. 2 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
NICO DARMAWAN - Personal Name
|
| Subject(s) |
Antibakteri staphylococcus aureus Staphylococcus epidermidis Melaleuca cajuputi subsp cajuputi
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Karya Tulis Ilmiah |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
|
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Nico Darmawan
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul Skripsi : Uji Aktivitas Antibakteri Beberapa Jenis Minyak Kayu
Putih (Melalueca cajuputi Subsp. cajuputi) Terhadap
Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus
aureus
Pembimbing : 1. apt. Husnul Warnida, M. Si.
2. Dr. Rizki Maharani, M. Sc.
Penyakit infeksi hingga saat ini masih menjadi masalah besar bagi negara-
negara berkembang, salah satunya Indonesia. Penyakit infeksi dapat disebabkan
oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur.
Mikroorganisme penyebab penyakit infeksi kulit adalah bakteri Staphylococcus
epidermidis dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui daya hambat minyak kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp. cajuputi)
terhadap bakteri Staphyloccus epidermidis dan Staphyloccus aureus dan
mengetahui nilai KHM dan KBM minyak kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp.
cajuputi) terhadap bakteri Staphyolococcus epidermidis dan Staphylococcus
aureus. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode difusi cakram dengan
minyak kayu putih Biak, Gunung Kidul, Lamongan, dan Lampung pada
konsentrasi 1%, 5%, 10% dan 25% sedangkan metode dilusi pada konsentrasi
10%, 25%, 50%, dan 100. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui minyak kayu
putih dari keempat jenis memiliki nilai bobot jenis yang sesuai dengan SNI.
Minyak kayu putih Biak, Gunung Kidul, Lamongan, dan Lampung pada
konsentrasi 1%, 5%, 10% dan 25% dapat menghambat pertumbuhan bakteri
Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Minyak kayu putih tiap
jenis pada konsentrasi 1% hanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan
kategori sedang, sedangkan pada konsentrasi pada konsentrasi 5%, 10% dan 25%
menghambat pertumbuhan bakteri kategori kuat. Kemudian Konsentrasi Hambat
Minimum (KHM) minyak kayu putih dimulai dari konsentrasi 10% dan memiliki
nilai Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) pada konsentrasi 50% terhadap kedua
bakteri uji. Berdasarkan analisis data menggunakan metode Post Hoc Test,
membuktikan bahwa terdapat perbedaan zona hambat pada tiap jenis minyak kayu
putih terhadap Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus.
Kata kunci: Melaleuca cajuputi subsp. cajuputi, antibakteri, Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|