0,05. Berdasarkan hasil analisis
data yang menggunakan uji chi square penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat
pengetahuan dan implementasi GCP di kalangan apoteker di Puskesmas Kota
Samarinda cukup baik.
Kata Kunci: Good Compounding Practice, Pengetahuan Apoteker, Implementasi, Puskesmas, Samarinda" />
|
|
PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY
|
|
Select Language
Simple Search
Advanced Search
License
This Software is Released Under GNU GPL License
Version 3.
indexed
Visitors
Statistic
|
| Title |
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN APOTEKER TENTANG GOOD COMPOUNDING PRACTICE (GCP) NON- STERILE DAN IMPLEMENTASINYA DI PUSKESMAS KOTA SAMARINDA |
| Edition |
No. 32 |
| Call Number |
|
| ISBN/ISSN |
|
| Author(s) |
MARIA MARSELINA INE - Personal Name
|
| Subject(s) |
Puskesmas Good Compounding Practice Pengetahuan Apoteker Implementasi Samarinda
|
| Classification |
|
| Series Title |
|
GMD |
Karya Tulis Ilmiah |
| Language |
Indonesia |
| Publisher |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda |
| Publishing Year |
|
| Publishing Place |
Samarinda |
| Collation |
|
| Abstract/Notes |
ABSTRAK
Nama : Maria Marselina Ine
Program Studi : Sarjana Farmasi
Judul : Hubungan Tingkat Pengetahuan Apoteker Tentang Good
Compounding Practice (GCP) Non-Sterile dan
Implementasinya di Puskesmas Kota Samarinda
Pembimbing : 1. apt. Heri Wijaya, S.Farm., M.Si., Ph.D.
: 2. apt. Nurul Fatimah, M.Sc.
Compounding yang tidak dilakukan dengan baik dapat menurunkan kualitas
meliputi keseragaman kandungan/kadar dan bobot, stabilitas yang terganggu baik
fisik, kimia dan biologi, dan resiko terjadinya interaksi obat dan efek samping.
Proses compounding melibatkan beberapa langkah, termasuk persiapan,
pencampuran, pemasangan, pembungkusan, dan memberi label sesuai resep dokter.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan
apoteker tentang Good Compounding Practice (GCP) non-sterile dan
implementasinya di Puskesmas Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan
desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian
ini adalah 26 apoteker yang bekerja di Puskesmas Kota Samarinda. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari dua bagian, yaitu
untuk mengukur tingkat pengetahuan apoteker dan untuk mengevaluasi
implementasi GCP di tempat kerja. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan
uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan implementasi
GCP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan apoteker tentang
GCP berada pada kategori "baik" dengan nilai rata-rata 83,84. Implementasi GCP
di Puskesmas juga dikategorikan "baik" dengan nilai rata-rata 82. Tidak ditemukan
hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan apoteker tentang GCP dengan
implementasinya, yang ditunjukkan oleh p-value > 0,05. Berdasarkan hasil analisis
data yang menggunakan uji chi square penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat
pengetahuan dan implementasi GCP di kalangan apoteker di Puskesmas Kota
Samarinda cukup baik.
Kata Kunci: Good Compounding Practice, Pengetahuan Apoteker, Implementasi, Puskesmas, Samarinda |
| Specific Detail Info |
|
| Image |
 |
| File Attachment |
LOADING LIST... |
| Availability |
LOADING LIST... |
| |
Back To Previous |
|