<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1751">
<titleInfo>
<title>PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NOOR LATHIFAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>No. 99</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK

Buah alpukat (Persea Americana Mill.) merupakan salah satu tanaman yang
memiliki khasiat sebagai obat. Bagian yang sering digunakan adalah daging dan
kulit buah sedangkan biji buah belum banyak dimanfaatkan. Biji buah alpukat
berpotensi untuk dikembangkan sebagai antioksidan dengan kandungan senyawa
aktif flavonoid. Proses pengolahan simplisia sangat berpengaruh salah satunya
pada tahap pengeringan. Tahap pengeringan bertujuan untuk memperoleh
simplisia yang tidak mudah rusak selama penyimpanan dalam waktu lama dan
menjamin kandungan senyawa aktif yang memiliki khasiat obat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar
flavonoid total dari biji buah alpukat. Penelitian ini dilakukan secara
eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Metode
pengeringan yang digunakan dengan penjemuran dengan matahari (P1) dan
menggunakan oven (P2). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi
menggunakan pelarut etanol 95%. Metode analisis senyawa dilakukan dengan
spektrofotometri UV-Vis. Perbandingan dua metode pengeringan dianalisis
dengan statistik Uji Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan Kadar
flavonoid biji buah alpukat tertinggi terdapat pada pengeringan menggunakan
oven (P2) sebesar 7,8460% &plusmn; 0,165, sedangkan yang dikeringkan dengan sinar
matahari (P1) sebesar 2,2633% &plusmn; 0,093. Hasil Uji Independent Sampel T-Test
menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid biji buah
alpukat dengan perbedaan cara pengeringan.

Kata Kunci: Biji alpukat (Persea americana Mill.), Metode Pengeringan, Spektrofotometri UV-Vis</note>
<subject authority=""><topic>Biji alpukat (Persea americana Mill.)</topic></subject>
<subject authority=""><topic>metode pengeringan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>spektrofotometri UV-Vis</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKR23099</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam</sublocation>
<shelfLocator>051 MOR j</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1832" url="https://drive.google.com/file/d/1Alr93ialZcJ5X86M3xLdyiWvu_jUFiwQ/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1Alr93ialZcJ5X86M3xLdyiWvu_jUFiwQ/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1751</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-17 17:04:23</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-17 18:47:04</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>