<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1577">
<titleInfo>
<title>Media Farmasi Jurnal Ilmu Farmasi Vol.15 No 2 September 2018</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Vol.15 No 2 September 2018</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK

Temu putih atau disebut juga kunir putih merupakan salah satu spesies dari famili
Zingiberaceae yang telah dikomersilkan penggunaan rimpangnya sebagai tanaman obat.
Komponen terbesar dari rimpang temu putih, yaitu minyak atsiri yang mempunyai efek
antiinflamasi. Penggunaan rimpang temu putih sebagai antiinflamasi di masyarakat
masih secara empiris, dengan mengoleskan air perahan rimpang temu putih pada kulit.
Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan minyak atsiri yang terkandung dalam temu
putih, dilakukan formulasi emulgel yang mengandung minyak atsiri dengan
penambahan PEG 8 beeswax agar didapat sediaan emulgel yang stabil, baik dan aman
digunakan. Tahap penelitian yang dilakukan meliputi penyiapan bahan, determinasi
bahan, skrining fitokimia, destilasi menggunakan uap-air, analisis komponen kimia
dengan GC-MS, serta uji kualitatif minyak atsiri dengan sediaan emulgel yang
mengandung minyak atsiri, formulasi emulgel mengandung minyak atsiri dengan
menggunakan emulsifying wax konsentrasi 6,5%, 7%, 7,5%, dan 8%. Evaluasi sediaan
meliputi pengamatan organoleptik, pH, viskositas, sentrifugasi, serta uji hedonik
sediaan. Berdasarkan hasil evaluasi pengamatan organoleptik, pH, viskositas,
sentrifugasi, serta uji hedonik sediaan menunjukkan bahwa kestabilan dalam batas

rentang yang dibolehkan. Formulasi emulgel yang terbaik ditunjukkan pada formula ke-
4 pada konsentrasi PEG 8 beeswax 8%.

Kata kunci: emulgel, minyak atsiri, rimpang temu putih, evaluasi</note>
<subject authority=""><topic>farmasi</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">JN0110</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (Jurnal Nasional)</sublocation>
<shelfLocator>051 MED j</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="" url="" path="/" mimetype=""></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1577</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-22 08:55:00</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-22 09:06:41</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>