<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1551">
<titleInfo>
<title>Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia (JFIKI) VOL 7, NO 1 Juli (2020)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fakultas Farmasi  UNAIR</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Universitas Airlangga</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>VOL 7, NO 1 Juli (2020)</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Abstrak
Pendahuluan: Demam Tifoid merupakan penyakit saluran pencernaan yang endemik di Indonesia. Hal ini
karena biaya perawatan kesehatan, terutama biaya obat-obatan telah meningkat tajam dalam beberapa dekade
terakhir, sehingga penting untuk dilakukan studi biaya penyakit ini untuk memperbarui informasi terkait biaya
kepada penyedia layanan kesehatan dan pembuat kebijakan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui jenis obat,
lama waktu pengobatan, dan biaya pengobatan pasien demam tifoid di instalasi rawat inap RSUD Dr. Soedarso.
Metode: Penelitian analisis deskriptif biaya langsung (direct cost) dengan pengambilan data retrospektif
dilakukan berdasarkan data rekam medik dan catatan pembiayaan pasien. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa
jenis obat yang paling banyak digunakan adalah golongan antibiotik tiamfenikol (8 pasien atau 19,51%) dan
cefiksime (6 pasien atau 14,63%) dari 41 pasien. Kebanyakan pasien mendapat perawatan dengan lama 6 hari
(26,87% dari 11 pasien), dan waktu rawat inap terlama 9 (4,87 % dari 41 pasien). Komponen biaya terbesar
adalah biaya rawat inap yaitu Rp. 37.400.300 dengan persentase 41,90 % dari total biaya Rp. 89.262.145 dan
biaya terkecil yaitu biaya administrasi yaitu Rp. 5.323.000 dengan persentase 5,97% dari total biaya. Rata-rata
biaya pengobatan per pasien BPJS Rp. 2.179.380 dan rata-rata biaya per pasien umum Rp. 2.228.669.
Kesimpulan: Biaya pengobatan masih terbilang lebih murah dibandingkan dengan biaya pengobatan
berdasarkan tarif dari pemerintah untuk klaim BPJS. Pengobatan yang digunakan juga sudah sesuai dengan
algoritma terapi.
Kata kunci: analisis biaya, pengobatan, demam tifoid</note>
<subject authority=""><topic>farmasi</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">JN0271</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (Jurnal Nasional)</sublocation>
<shelfLocator>051 FAK j</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1625" url="https://drive.google.com/file/d/1_hAtciwdf__fFP9c8eyMwKC5SskFtkw9/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1_hAtciwdf__fFP9c8eyMwKC5SskFtkw9/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia (JFIKI) VOL 7, NO 1 Juli (2020)</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1551</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-18 12:51:00</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-18 13:02:43</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>