<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1530">
<titleInfo>
<title>Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol 18 no 2 Oktober 2020</title>
</titleInfo>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jember</placeTerm></place>
<publisher>Universitas Jember</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Vol 18 no 2 Oktober 2020</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Abstrak: Gel antiseptik tangan yang beredar di pasaran saat ini sebagian besar berbahan dasar alkohol.
Pemakaian berulang sebagai sediaan pembersih tangan dapat menyebabkan kekeringan dan iritasi pada
kulit. Salah satu yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar pengganti alkohol adalah sereh (Cymbopogon
nardus). Dilakukan tiga kali pengujian yaitu, uji pendahuluan terhadap konsentrasi minyak, uji sifat
fi sik sediaan gel dan uji replikasi yang dimodifi kasi. Berdasarkan uji pendahuluan yang dilakukan
minyak atsiri daun sereh dapat membunuh bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 5% dan bakteri
Staphylococus aureus pada konsentrasi 10%. Daya sebar sediaan pada uji sifat fi sik antara 5,5-6 cm
dengan pH 7-9 dan daya lekat 1 detik. Uji replika yang dimodifi kasi menunjukkan penurunan jumlah
koloni bakteri yang signifi kan pada setiap konsetrasi formula dari ketiga kelompok uji. Signifi kansi ini
menunjukkan adanya penghambatan bakteri yang disebabkan oleh penggunaan gel pembersih tangan.
Berdasarkan uji organoleptis tingkat kesukaan masyarakat dan uji antibakteri sediaan gel pembersih
tangan dipilih konsentrasi 10% sebagai sediaan yang disukai masyarakat dan dapat menghambat
pertumbuhan bakteri.
Kata kunci: Escherichia coli, gelling agent ,minyak atsiri, Staphylococus aureus.</note>
<subject authority=""><topic>farmasi</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">JN0105</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam (Jurnal Nasional)</sublocation>
<shelfLocator>051 MOR j</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1604" url="https://drive.google.com/file/d/1AmEP_vbn7lTdj5tNUmKfnNc12-eAlLJN/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1AmEP_vbn7lTdj5tNUmKfnNc12-eAlLJN/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol 18 no 2 Oktober 2020</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1530</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-03-17 17:17:39</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-28 12:50:17</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>