<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1181">
<titleInfo>
<title>ANALISA KUANTITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN   METODE   DDD   PADA   PASIEN   BEDAH RAWAT INAP DI RSUD TAMAN HUSADA BONTANG
BULAN SEPTEMBER 2018</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEASY ARIANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Samarinda</placeTerm></place>
<publisher>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>No. 154</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Karya Tulis Ilmiah</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
Antibiotik merupakan obat yang paling banyak diresepkan di rumah sakit. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai masalah, diantaranya pengobatan akan lebih mahal, efek samping lebih toksik, meluasnya resistensi dan timbulnya kejadian suprainfeksi yang sulit diobati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik pada pasien bedah di RSUD Taman Husada Bontang. 
Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan mengambil data rekam medis dan resep pasien bedah rawat inap di RSUD Taman Husada Bontang. Data diambil secara retrospektif yaitu pada periode September 2018. Sampel yang digunakan adalah semua pasien bedah rawat inap di RSUD Taman Husada Bontang yang KRS pada bulan September 2018. Sampling dilakukan secara purposive, yaitu dilakukan pada pasien bedah rawat inap saja sesuai pilot project yang ditentukan. Pola penggunaan antibiotik disajikan secara distributif dalam bentuk tabel. Data kuantitas dihitung berdasarkan rumus WHO. 
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 40 data pasien sebanyak 31 pasien (77,5%) diberikan terapi antibiotik. Terdapat 11 jenis antibiotik yang diresepkan dengan nilai DDD tertinggi adalah ceftriaxone sebesar 28,13 DDD/100 hari rawat.

Kata kunci : Pola penggunaan antibiotik, DDD, RSUD Bontang</note>
<subject authority=""><topic>Antibioti</topic></subject>
<classification>615.329</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAMARINDA REPOSITORY</physicalLocation>
<shelfLocator>615.329 DEA a</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">KTI1542019</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus.Akfarsam</sublocation>
<shelfLocator>615.329 DEA a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="750" url="https://drive.google.com/file/d/1I4w1dp7LVxIMm1U17QSXCwH3a9ofY3xL/view?usp=sharing" path="/https://drive.google.com/file/d/1I4w1dp7LVxIMm1U17QSXCwH3a9ofY3xL/view?usp=sharing" mimetype="text/uri-list">PDF</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>1181</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-10-07 09:39:01</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-04-22 06:00:52</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>